Kenali Ikan Aligator, 'Bajak Laut' Sungai yang Telurnya Beracun

Kenali Ikan Aligator, 'Bajak Laut' Sungai yang Telurnya Beracun

Tim Detikcom - detikInet
Minggu, 26 Jul 2020 07:45 WIB
Closeup Alligator Gar or Atractosteus spatula Swimming Underwater
Ikan aligator yang disebut punya habitat asli di kawasan Amerika bagian utara dan tengah (Foto: iStock)
Jakarta -

Ustaz Yusuf Mansur memamerkan ikan aligator peliharaan santrinya lewat medsosnya. Postingan tersebut sontak menarik perhatian netizen. Ikan yang termasuk spesies ikan purba ini sebelumnya juga banyak dibicarakan Januari 2020 lalu. Ketika itu seorang balita terluka saat digigit ikan aligator yang berada di kolam Lembaga Pemasyarakatan Bandung, Jawa Barat.

Ikan ini punya nama ilmiah Atractosteus spp atau Atractosteus spatula. Sementara di pasaran lebih dikenal dengan sebutan alligator gar, cuban gar, atau tropical gar. Ikan Aligator merupakan salah satu jenis ikan invasif karena dapat membahayakan kelestarian sumber daya ikan, lingkungan, dan manusia.

Karena alasan tersebut, pemerintah melarang siapapun memelihara ikan aligator. Pelarangan itu tertuang dalam Undang-undang 31 Tahun 2004 tentang Perikanan yang diubah menjadi Undang-undang 45 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya Dari Luar Negeri Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia

Sesuai aturan, mereka yang memelihara ikan-ikan berbahaya dapat dikenai hukuman pidana penjara 6 tahun dan denda Rp1,5 miliar. Sementara, jika melepasliarkan ke perairan umum bisa dikenai hukuman pidana penjara 10 tahun dan denda Rp2 miliar.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP Rina, mengungkapkankan sejumlah jenis ikan seperti Arapaima Gigas, Aligator dan Piranha merupakan ikan yang membahayakan sumber daya hayati ikan di Indonesia.

"Kita ambil contoh ikan aligator yang tahan untuk tidak makan selama beberapa hari, namun bila di suatu tempat tersedia banyak makanan, ikan aligator akan makan sebanyak-banyaknya," ujar doktor lulusan ilmu akuakultur, Institut Pertanian Bogor itu.

Berikut sejumlah fakta terkait ikan aligator:


1. Ikan purba yang lebih tua dari Homo erectus

Seperti yang dikutip dari situs berita iptek The Verge, ikan aligator sudah eksis sebelum masa manusia purba Homo erectus atau lebih dari 1,8 juta tahun yang lalu. Namun National Geographic menyebut ikan karnivora ini bahkan sudah muncul sejak 157 juta tahun lalu. Ikan ini awalnya banyak ditemukan di Amerika bagian utara dan tengah. Namun kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia. Ikan aligator masuk ke Indonesia lewat jalur penyelundupan.

2. Nelayan di Mississippi, AS memberi julukan 'Bajak Laut' Sungai

Para penangkap ikan di perairan Sungai Mississippi, Amerika Serikat punya nama khusus bagi ikan aligator, 'Bajak Laut' di sungai. Ikan aligator menjadi musuh utama bagi nelayan. Sebabnya ikan ini memangsa ikan-ikan lain dengan sangat cepat.

Nelayan-nelayan di sana kemudian berupaya memusnahkan ikan tersebut dengan berbagai cara. Baik itu dengan cara ditembak, ditombak, bahkan dengan cara melemparkan batangan dinamit ke kawanan ikan aligator.

3. Telur ikan aligator mengandung racun

Dalam situs resmi Texas Parks and Wildlife Department disebutkan daging ikan aligator berwarna putih dan keras. Ikan ini sebenarnya dapat dijadikan bahan makanan. Namun TPWD mewanti-wanti bahwa telur ikan aligator beracun dan bisa menyebabkan penyakit jika dikonsumsi. Telur beracun itu disebut sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri ikan aligator.

4. Tidak menyerang manusia

Meski terlihat menyeramkan, National Geographic menyebut ikan aligator sebenarnya tidak menyerang manusia.



Simak Video "Kalapas Wanita Bandung Buka Suara soal Balita Digigit Ikan Aligator"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/erd)