Luruskan Arah Kiblat, Lapan Ungkap Peran Matahari

Luruskan Arah Kiblat, Lapan Ungkap Peran Matahari

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 16 Jul 2020 06:00 WIB
Mecca, in a desert valley in western Saudi Arabia, is Islam’s holiest city, as it’s the birthplace of the Prophet Muhammad and the faith itself.
Lapan Ungkap Peran Matahari Dalam Memperbaiki Arah Kiblat. Foto: iStock
Jakarta -

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menjelaskan alasan bayangan Matahari jadi patokan untuk memperbaiki arah kiblat.

Diketahui, pada hari ini, Kamis (16/7) pukul 16.27 WIB menjadi waktu yang pas bagi umat Muslim di Indonesia mengecek kembali arah kiblatnya, di mana saat itu posisi Matahari tepat berada di atas Ka'bah.

Lapan mengungkapkan fenomena ini merupakan kedua kalinya setelah sebelumnya terjadi pada 27 Mei. Hal ini dikarenakan sumbu rotasi Bumi yang miring 66,6 derajat terhadap orbit Bumi, sehingga mengalami pergerakan semu tahunan yang bervariasi antara 23,4 derajat LU pada 21 Juni hingga 23,4 derajat LS pada 21 Desember.

"Apakah arah kiblat berubah, tidak," tulis Thomas dikutip dalam halaman blog pribadinya.

"Sebenarnya arah kiblat tidak berubah. Perlunya penyempurnan atau pemeriksaan ulang karena sebagian besar masjid atau musala arah kiblatnya ditentukan sekadar perkiraan dengan mengacu secara kasar arah kiblat masjid yang sudah ada atau dengan menggunakan kompas yang tidak akurat," tuturnya.

Dengan memanfaatkan bayangan Matahari di momen-momen tertentu, kata Thomas, arah kiblat akan lebih mudah dan lebih akurat ditentukan.

"Waktunya diberikan banyak pilihan, silakan gunakan waktu yang sesuai dengan mempertimbangkan keadaan cuaca dan konversi waktu setempat. Arah kiblat bisa ditentukan dari bayangan benda vertikal, misalnya tongkat, kusen jendela/pintu, atau sisi bangunan," papar Thomas.


Di blognya ini juga, Thomas mengungkapkan untuk daerah yang mengalami siang bersamaan dengan Mekkah (Indonesia Barat, Asia Tengah, Eropa, Afrika), maka disilakan gunakan jadwal berikut ini untuk menentukan arah kiblat.

26 - 30 Mei, pukul 16:18 WIB (09:18 UT/GMT)

14 - 18 Juli, pukul 16:27 WIB (09:27 UT/GMT)

"Rentang waktu plus/minus 5 menit masih cukup akurat. Arah kiblat adalah dari ujung bayangan ke arah tongkat," ucapnya.

Sedangkan, untuk daerah yang mengalami siang berlawanan dengan Mekkah (Indonesia Timur, Pasifik, dan benua Amerika) silakan gunakan jadwal berikut ini untuk menentukan arah kiblat menurut waktu setempat (konversikan WIB atau UT ke waktu local).

12 - 16 Jan, pukul 04:30 WIB (11 - 15 Jan , 21:30 UT/GMT)

27 Nov - 1 Des, pukul 04:09 WIB (26 - 30 Nov, 21:09 UT/GMT)

"Rentang waktu plus/minus 5 menit masih cukup akurat. Arah kiblat adalah dari tongkat ke ujung bayangan," kata ahli astronomi ini.

Untuk menentukan arah kiblat ini, bisa menggunakan benda tegak yang ada di sekitar, misalnya kusen jendela, untuk menentukan arah kiblat dari bayangannya pada waktu yang ditentukan.

"Beri tanda arah bayangan, misalnya dengan sajadah. Buat garis shaf baru berdasarkan arah yang telah ditentukan. Jangan ragu menyempurnakan arah kiblat demi kebenaran," pungkasnya.



Simak Video "Matahari Berada di Atas Ka'bah, BMKG Imbau Cek Ulang Arah Kiblat"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)