Siapa Rockefeller dan Rothschild yang Terseret Konspirasi COVID-19?

Siapa Rockefeller dan Rothschild yang Terseret Konspirasi COVID-19?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 08 Jul 2020 14:00 WIB
Rockefeller
Rockefeller dan Rothschild kerap dikaitkan dengan teori konspirasi. Foto: Wikipedia
Jakarta -

Rockefeller dan Rothschild adalah dua keluarga yang kaya raya. Tapi beberapa orang sekadar tahu bahwa keduanya punya pengaruh besar terkait perekonomian dan perbankan, titik. Siapakah mereka?

Mengutip Forbes, pengusaha asal Ohio, John D. Rockefeller dan William Rockefeller Jr mendirikan Standard Oil pada tahun 1870. Pada tahun 1880-an, saudara-saudara di antara orang-orang terkaya di Amerika Serikat. Pada 1916, John D. Rockefeller menjadi miliarder pertama di Amerika. Rockefeller juga dikenal sebagai filantropi.

Sementara Rockefeller dianggap sebagai orang kaya lama di AS, kekayaan Rothschild di Eropa juga patut diperhitungkan. Patriark Mayer Amschel Rothschild memiliki dampak luar biasa pada perbankan internasional sehingga Forbes pada 2005 menamainya dalam daftar 20 Pengusaha Paling Berpengaruh. Rothschild meninggal pada tahun 1812.

Keluarga Rothschild berjuang selama lebih dari 230 tahun dan berhasil menguasai hampir seluruh bank sentral di dunia. Rothschild terkenal dengan sumpahnya untuk menerbitkan dan mengendalikan uang di seluruh dunia semasa hidupnya.


Mengapa ia muncul dalam pemberitaan teori konspirasi COVID-19?

Memiliki kekayaan yang luar biasa dan terkenal dari generasi ke generasi tentu mudah sekali membuat mereka terserang berbagai konspirasi. Salah satunya adalah dokumen yang dirilis oleh Rockefeller Foundation dan Global Business Network. Dokumen itu membuat sebagian orang mengklaim wabah corona dan konsep lockdown sudah disetting sepuluh tahun lalu.

Dokumen berjudul 'Scenarios for the Future of Technology and International Development' ini menceritakan situasi wabah dan kepanikan, mirip dengan yang terjadi saat ini. Kendati demikian, mereka mengatakan bahwa ini hanyalah sebuah kajian akademis sehingga tidak panik jikalau terjadi pandemi seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Rothschild sama saja, karena ambisinya, teori konspirasi liar percaya jika ia menggunakan perang sebagai upaya mendatangkan keuntungan sejak zaman dahulu. Kini ambisinya dianggap segelintir orang berpaling ke urusan virus corona. Meski begitu, Keluarga Rothschild juga merupakan seorang filantropi.

Apa hubungannya dengan Bill Gates?

Gates dan Keluarga Rockefeller memang ada hubungan, karena itu tak heran dirinya selalu dikaitkan keluarga kaya tersebut.

Baik yayasan milik Gates dan Rockefeller menganggap inovasi teknologi dan kerja sama yang erat dengan industri makanan dan pertanian sebagai kunci untuk mengatasi kelaparan. Melansir The Guardian, pada tahun 2006 mereka bersama-sama meluncurkan Aliansi untuk Revolusi Hijau di Afrika (Agra). Premisnya adalah kelaparan di Afrika, terutama, disebabkan oleh kurangnya teknologi dan pasar yang berfungsi.

Profesor Joseph Uscniski dari University of Miami berpendapat suami Melinda Gates ini wajar diserang habis-habisan karena dia kaya dan terkenal.

"Teori konspirasi adalah tentang menuduh orang powerful melakukan hal-hal buruk. Teorinya pada dasarnya sama, hanya namanya saja yang beda," ujar profesor pakar ilmu politik itu.

"Sebelum Bill Gates, sosoknya adalah George Soros dan Koch bersaudara, keluarga Rothschild dan keluarga Rockefeller," paparnya.

Jadi tidak perlu heran ketika konspirasi yang membawa orang dengan pengaruh besar di dunia bisa begitu menarik. Kuncinya adalah dua persamaan dari ketiganya, mereka terkenal dan kaya raya.



Simak Video "4 Pelajaran dari Flu Spanyol untuk Lawan COVID-19 Menurut Bill Gates"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fyk)