Riset: Vitamin K Berpotensi Cegah COVID-19

Riset: Vitamin K Berpotensi Cegah COVID-19

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 15 Jun 2020 18:44 WIB
Dairy products assortment shot on rustic wooden table. Dairy products included are milk, yogurt, butter, goat cheese, mozzarella, ricotta, Parmesan cheese, emmental cheese, eggs and hard cheese. Low key DSRL studio photo taken with Canon EOS 5D Mk II and Canon EF 100mm f/2.8L Macro IS USM
Studi terbaru sebut vitamin K yang ditemukan juga pada sejumlah jenis keju bisa membantu melawan COVID-19. Foto: Istock
Jakarta -

Riset dari Belanda menemukan bahwa pasien COVID-19 yang mengalami defisiensi vitamin K lebih rentan mengalami perawatan intensif atau risiko kematiannya meningkat. Vitamin K ditemukan pada sejumlah jenis keju, bayam, dan telur.

Mengutip CTV News, studi yang sedang di-review dan belum dipublikasikan ini, memantau 134 pasien yang dirawat di Canisius Wilhelmina, Belanda, sejak 12 Maret-11 April 2020. Kemudian, mereka dikomparasi dengan 184 orang yang sudah dipastikan tidak terinfeksi SARS-CoV-2.

Para peneliti, yang bekerja dalam kolaborasi dengan Cardiovascular Research Institute Maastricht menemukan bahwa pasien yang harus dirawat di ICU atau meninggal karena COVID-19 memiliki kadar vitamin K yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok individu yang sehat.

Lebih lanjut, COVID-19 pada awalnya dianggap sebagai penyakit pernapasan, akan tetapi ada banyak bukti yang menunjukkan penyakit tersebut mempengaruhi area lain dari tubuh dan menyebabkan penggumpalan darah.

Gumpalan darah dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, dan penyumbatan berbahaya di paru-paru. Mereka juga dapat menyebabkan degradasi serat elastis di paru-paru.

Dalam siaran pers, ahli paru Rob Janssen, yang meneliti pada proyek tersebut, menjelaskan bahwa COVID-19 dapat menyebabkan peradangan di paru-paru, yang merusak serat elastis yang memungkinkan orang untuk bernapas. Dia mengatakan itu sebabnya vitamin K penting karena diperlukan bagi tubuh untuk menghasilkan protein pelindung bagi serat-serat elastis itu.

Vitamin K juga berperan dalam produksi protein yang mengatur pembekuan darah. Menurut Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), vitamin K adalah vitamin yang larut dalam lemak yang datang dalam dua bentuk, vitamin K1 dan vitamin K2.

Vitamin K1 ditemukan terutama dalam sayuran berdaun hijau, seperti bayam, kangkung, brokoli, dan collard green. Bentuk lain, vitamin K2, hadir dalam makanan hewani dan fermentasi, seperti telur, ayam hitam, dan mentega. Vitamin K2 juga ditemukan di berbagai keju keras dan lunak, termasuk Gouda, Jarlsberg, dan Munster.

Salah satu sumber kaya vitamin K2 ditemukan dalam hidangan tradisional Jepang dari kacang kedelai yang difermentasi alias natto.

"Saran saya adalah meminum suplemen vitamin K tersebut. Bahkan jika itu tidak membantu melawan COVID-19 yang parah, itu baik untuk pembuluh darah Anda, tulang dan mungkin juga untuk paru-paru," ucap Jansen kepada The Guardian. Namun ia mengecualikan orang-orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

Sementara penelitian para peneliti Belanda masih menjalani peer-review, mereka berharap mendapatkan pendanaan untuk uji klinis guna lebih memahami hubungan antara vitamin K dan COVID-19.



Simak Video "Update Positif Covid-19 RI Per 9 Agustus: 125.396 Positif, 80.952 Sembuh"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)