Ilmuwan Temukan Nenek Moyang Parasit

Ilmuwan Temukan Nenek Moyang Parasit

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 04 Jun 2020 06:33 WIB
parasit tertua
Ilustrasi estetis brachiopod dengan parasit yang menempel di cangkangnya. Foto: Zhifei Zhang/Northwest University
Jakarta -

Para peneliti dari Northwest University, China, menemukan parasit yang sejauh ini diketahui merupakan parasit generasi paling awal. Parasit tersebut masih menempel pada inangnya dan diperkirakan berusia sekitar 510 juta tahun lalu.

Tim ilmuwan ini termasuk beruntung karena kecil kemungkinan parasit terfosilkan. Pasalnya, peluang mendapatkan fosil cukup rendah. Makhluk hidup harus mati di tempat yang 'tepat', dikuburkan sebelum membusuk, dan kontak dengan jenis kimiawi yang tepat di bawah tanah yang akan membentuk batu fosil.

Temuan ini ada di Yunnan, China, tepatnya di wilayah yang lapisan batuan sedimen bernama Wulongqing Formation-nya penuh dengan fosil kecil brachiopoda dari spesies bernama Neobolus wulongqingensis.

Menengok periode zaman Kambrium, tak lama setelah kehidupan hewan multisel berkembang menjadi varietas yang luar biasa, makhluk-makhluk ini hidup di dasar laut.

Tim yang dipimpin Zhifei Zhang dari Northwest University, China, menemukan bahwa Neobolus wulongqingensis tidak sendirian hidup di batu-batu yang banyak dihiasi makhluk-makhluk berbentuk tabung berwarna keputihan di bagian luar kerang mereka.

Tidak ada yang benar-benar terpelihara dari barang-barang ini di luar bentuknya yang seperti tabung. Tetapi pola yang konsisten pada brachiopoda menunjukkan bahwa mereka adalah makhluk itu sendiri, bukan 'jejak fosil' seperti lubang atau sesuatu yang murni berasal dari proses geologis.

Dikutip dari Ars Technica, makhluk-makhluk ini, seperti dijelaskan tim ilmuwan, meregang hingga ke luar cangkang brachiopod, memanjang sedikit melewati tepi cangkang.

parasit tertuaSalah satu contoh brachiopod dengan makhluk berbentuk tabung yang menempel di cangkangnya. Foto: Zhifei Zhang/Northwest University

Bagi para peneliti, makhluk ini benar-benar tampak seperti parasit. Namun identifikasi parasit yang jelas dalam catatan fosil saat ini sudah sangat jarang.

"Bahkan, jika kedua organisme tersebut dipertahankan dengan cukup baik untuk ditemukan bersama-sama, peneliti harus membuktikan hubungan keduanya adalah inang dan parasit," kata Zhang.

Ini disebut zero-sum relationship, yaitu satu organisme mengekstrak makanan untuk merugikan yang lain. Namun ada juga hubungan timbal balik (keduanya menguntungkan) dan komensalis (satu bermanfaat dan lainnya tidak peduli) yang bisa terlihat sama ketika menjadi fosil.

Pada temuan ini, makhluk tabung parasit tertua teridentifikasi dalam catatan fosil. Keberadaan mereka tidak benar-benar mengejutkan, karena penelitian lain telah menemukan hal-hal terkait seperti kerusakan cangkang sebagai ciri khas dari parasit dalam fosil lain di zaman ini.

Studi yang meneliti cabang-cabang kehidupan juga memperkirakan bahwa parasit pasti memiliki akar evolusioner di zaman Kambrium. Jadi, temuan ini dinilai sungguh luar biasa.

Para peneliti mencatat bahwa parasitisme dianggap sebagai kekuatan evolusi yang kuat dan bahkan mungkin merupakan pendorong penting dalam kebangkitan reproduksi seksual.

Dari sudut pandang tersebut, sangat menarik mengulik parasitisme beraksi selama periode yang sangat penting dalam sejarah evolusi ini.



Simak Video "Batu Fosil yang Bernilai Tinggi, Lebak"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)