Ssst, NASA Punya Observatorium Terbang Sudah 10 Tahun

Ssst, NASA Punya Observatorium Terbang Sudah 10 Tahun

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 27 Mei 2020 17:39 WIB
Epsilon Eridani Inner Asteroid Belt
Epsilon Eridani Inner Asteroid Belt. (Foto: Lynette Cook via ZDNet )
Jakarta -

Cahaya inframerah yang tidak terlihat oleh mata manusia, bisa menjadi pintu gerbang menuju alam semesta yang tak terlihat. Dasar pemikiran itu adalah alasan Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) NASA mengangkasa satu dekade lalu.

Laboratorium luar angkasa ini terbang 45.000 kaki di atas Bumi dengan Boeing 747SP yang dimodifikasi, dan telah membuat penemuan di luar spektrum cahaya yang terlihat selama dekade terakhir.

SOFIA, yang dikelola oleh Universities Space Research Association (USRA), merayakan ulang tahunnya yang kesepuluh pada 26 Mei 2020. Sejumlah pencapaiannya pun kembali dikenang.

Salah satunya, SOFIA menemukan sebuah molekul yang disebut helium hidrida, jenis molekul pertama yang terbentuk di alam semesta, yang muncul hanya 100.000 tahun setelah Big Bang, yang menjadi 'senjata' awal dalam proses panjang yang akhirnya mengarah ke alam semesta kita.

Sebelumnya, berdasarkan teori lama, molekul tidak pernah terdeteksi di luar laboratorium luar angkasa, sampai SOFIA menemukannya di planetary nebula yang disebut NGC 7027. Temuan ini membenarkan pemahaman kita yang berkembang tentang asal-usul kosmos.

"SOFIA saat ini merupakan satu-satunya observatorium astronomi yang mampu mengirimkan data pada panjang gelombang uniknya kepada komunitas astronomi," kata Margaret Meixner, USRA Director, Science Mission Operations untuk SOFIA, menggarisbawahi pentingnya platform penelitian tunggal ini.

Buat para pegiat astronomi, laboratorium ini telah menghasilkan sejumlah temuan mencerahkan lainnya. Deteksi inframerah memungkinkan lab memperhatikan bahwa angin dari bintang yang baru lahir di Nebula Orion mencegah lebih banyak bintang baru terbentuk di dekatnya berkat semacam efek gelembung yang dikenal sebagai 'umpan balik'.

Observatorium ini juga memverifikasi bahwa sistem planet di sekitar bintang Epsilon Eridani memiliki arsitektur yang sangat mirip dengan tata surya kita.

Kabar baik lainnya, medan magnet di galaksi Bima Sakti mungkin menjaga sistem lubang hitam kita tetap diam. SOFIA mendeteksi medan magnet, ditampilkan sebagai garis aliran, yang mungkin menyalurkan gas ke orbit di sekitar lubang hitam, bukan langsung ke dalamnya.

Ini mungkin menjelaskan mengapa lubang hitam galaksi kita relatif tenang, sementara yang ada di galaksi lain secara aktif mengonsumsi materi di sekitarnya.

Selamat ulang tahun ke-10 SOFIA!

[Gambas:Youtube]



(rns/fay)