Antibodi Virus Corona Ditemukan Sampai 'Ramalan' Ilmuwan China

Terpopuler Sepekan

Antibodi Virus Corona Ditemukan Sampai 'Ramalan' Ilmuwan China

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Sabtu, 09 Mei 2020 19:02 WIB
Poster
Antibodi Virus Corona Ditemukan Sampai 'Ramalan' Ilmuwan China (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pekan ini ada sejumlah perkembangan penting terkait virus Corona. Antibodi berhasil ditemukan dan juga kisah ramalan ilmuwan China.

Masyarakat tetap menunggu perkembangan terbaru dari sisi sains dimana ilmuwan terus berjuang menciptakan vaksin Corona. Ada beberapa peristiwa yang menarik perhatian sepanjang minggu ini.

Seperti dihimpun detikINET, Sabtu (9/5/2020) ini berita terpopuler pekan ini terkait virus Corona:


1. Antibodi Virus Corona Ditemukan

Ilmuwan selangkah lebih dekat untuk menemukan perawatan COVID-19. Antibodi yang bisa menghalangi virus Corona sudah ditemukan oleh para peneliti dari Utrecht University, Erasmus Medical Centre di Belanda dan perusahaan Harbour BioMed (HBM) di Inggris.

Menurut Profesor Berend-Jan Bosch yang memimpin penelitian mengatakan antibodi ini menyerang protein mahkota pada tubuh virus Corona. Mahkota berduri ini yang menempel pada sel manusia dan lalu memasukkan materi genetik untuk berkembang biak di tubuh inangnya.

Dalam percobaan pada tikus antibodi yang disebut 47D11 menghancurkan SARS-CoV dan SARS-CoV-2. Hasil riset ini sudah dipublikasikan di Nature Communications. Tim ini ternyata sudah meneliti virus corona hampir 20 tahun sejak wabah virus SARS.

"Penemuan ini jadi dasar yang kuat untuk riset lanjutan untuk melihat karakter antibodi ini dan memulai pengembangan sebagai pengobatan COVID-19," kata Profesor Frank Grosveld dari Erasmus Medical Centre di Rotterdam.


2. 'Ramalan' Bos Lab Wuhan Soal Corona


Direktur Center for Emerging Infectious Diseases di Wuhan Institute of Virology (WIV) Shi Zhengli lagi jadi buah bibir. Perempuan virolog peneliti virus kelelawar ini adalah yang pertama menemukan sekuens gen COVID-19.

Laboratoriumnya juga dituduh Amerika sebagai tempat kebocoran virus, namun Zhengli membantah. Justru Zhengli jadi buah bibir karena pada tahun 2018 pernah 'meramalkan' akan ada wabah.

"Jika kita manusia tidak waspada, infeksi virus selanjutnya, apakah langsung atau melalui hewan lain, kemungkinannya benar-benar eksis," cetus Zhengli melontarkan semacam prediksi dalam sebuah seminar kedokteran.

Dia menyarankan agar masyarakat China berhenti mengonsumsi hewan liar atau merusak habitatnya. Tapi sepertinya saran tersebut tidak diindahkan dan muncullah COVID-19. Walaupun belum ada bukti sahihnya, COVID-19 diduga bersumber dari pasar hewan di Wuhan.