Selasa, 25 Feb 2020 15:21 WIB

AEON Mall JGC Cakung Diserang, Apa Sih Penyebab Banjir?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Banjir masih menggenangi beberapa titik di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, salah satunya di Mall Kelapa Gading. Banyak pengendara yang berusaha memaksa untuk melewati arus banjir berakhir dengan mogok kendaraan. Jakarta dikepung banjir lagi. Foto: Yogi Ernes/detikcom
Jakarta -

Segelintir warga menyerang AEON Mall JGC Cakung dan peristiwa tersebut diduga karena mereka menuding mal tersebut menjadi penyebab banjir di pemukiman mereka. Terlepas dari permasalahan itu, sebenarnya apa saja sih yang menjadi penyebab banjir?

Dikutip dari BBC, mungkin terkesan sepele dan bikin kamu bilang 'anak SD juga tahu', tapi penting untuk memahami faktor munculnya banjir. Penyebabnya seperti bisa kamu tebak antara lain bisa dari curah hujan tinggi, periode hujan yang berkepanjangan, lelehan salju, bebatuan yang menghalangi air menyerap ke dalam tanah, tanah yang sangat basah dan lain sebagainya.

Ada juga peranan manusia yang menjadi penyebab banjir seperti urbanisasi yang meningkatkan luas lahan yang digunakan, tata kota atau drainase yang kacau dan juga eksploitasi hutan yang membuat air jadi lebih sedikit diserap. Banjir juga bisa terjadi karena bencana alam. Contohnya adalah yang terjadi di Bangladesh.

Menurut laporan pantauan dari NASA, musim hujan tahunan Bangladesh dimulai dengan hujan lebat yang luar biasa, diintensifkan oleh badai dari Teluk Benggala pada 9-10 Juni 2007. Akibatnya, 9 juta orang kehilangan tempat tinggal dan 1.000 orang meninggal dunia akibat banjir dan penyakit yang datang dari banjir.


Selain badai, ada juga faktor geografis seperti banyaknya dataran rendah, lelehan air dari Himalaya, dan juga peningkatan wilayah perkotaan.

Banyak yang sudah dilakukan Bangladesh untuk mengatasi banjir seperti:

- Membangun tanggul
- Membangun tempat berlindung saat banjir
- Memperkenalkan sistem peringatan banjir
- Perencanaan darurat
- Pembangunan bendungan
- Mengurangi deforestasi.

Sayangnya, banyak dari rencana jangka panjang ini sulit untuk dipertahankan karena kendala ekonomi. Pemerintah tidak selalu berhasil dalam mengatasi banjir.


Jadi apa yang bisa dilakukan untuk membuat Jakarta bebas banjir? Kamu bisa berpartisipasi dengan tetap membuang sampah pada tempatnya. Pemerintah juga sudah seharusnya menaruh perhatian besar pada topik ini.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan normalisasi-naturalisasi sungai. Anies menyebut itu sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir.

"Yang berkaitan dengan Jakarta saya minta yang sodetan Ciliwung menuju ke BKT itu juga tahun ini bisa dirampungkan. Saya kira bisa secepatnya dengan Gubernur untuk bisa menyelesaikan masalah pembebasan lahannya. Dan juga pengerjaan-pengerjaan meneruskan kembali, baik normalisasi maupun naturalisasi, di sungai-sungai yang ada di Jakarta," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

Jokowi menekankan ada 14 sungai yang melintasi Jakarta dan semuanya harus mengalami normalisasi.

"Dan perlu saya sampaikan sungai yang ada di Jakarta bukan hanya Ciliwung saja, ada Sungai Pesanggrahan, Cipinang, Buaran, Sungai Mookervaart, dan 14 sungai lainnya ini semuanya saya kira perlu dilakukan pernormalan kembali sehingga aliran air yang ada di Jakarta bisa kembali normal," ujar Jokowi.



Simak Video "Lagi! Sejumlah Titik di Jakarta Banjir"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)