Selasa, 21 Jan 2020 06:36 WIB

Duh! Dua Pulau di Sumsel Lenyap, Empat Pulau Terancam Menyusul

Adi Fida Rahman - detikInet
Taman Nasional Berbak-Sembilang. Foto: Unesco
Jakarta - Dampak pemanasan global benar-benar sudah dirasakan Indonesia. Dua pulau di Sumatera Selatan (Sumsel) lenyap, empat pulau lainnya terancam menyusul.

Demikian diungkap Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Dua pulau yang lenyap adalah Pulau Betet dan Pulau Gundul.


Kedua pulau tersebut berada di Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Lenyapnya Pulau Betet dan Pulau Gundul diakibatkan oleh naiknya permukaan laut.

"Pulau-pulau ini tidak berpenghuni. Salah satu pulau, Betet, adalah bagian dari Taman Nasional Berbak-Sembilang," kata Hairul Sobri, Direktur Eksekutif Walhi Sumatra Selatan, seperti dikutip dari laman The Star.

Hairul mengingatkan jika tidak ada upaya signifikan untuk mengatasi lautan yang terus meningkat, empat pulau lain yang punya ketinggian kurang dari empat meter di atas permukaan laut akan bernasib sama.

Keempat pulau tersebut meliputi Pulau Burung yang saat ini ketinggiannya hampir sama dengan permukaan laut. Lalu Pulau Kalong dan Pulau Salah Namo, keduanya memiliki ketinggian 2 meter di atas permukaan laut. Terakhir Pulau Kramat yang berada tiga meter di atas permukaan laut.

Menurut Walhi, saat ini ada 23 pulau kecil yang terletak di lepas pantai timur Banyuasin. Beberapa pulau tidak berpenghuni, sementara beberapa ─ termasuk Pulau Salah Namo ─ berpenghuni.

Peningkatan permukaan laut yang didorong oleh perubahan iklim. Kondisi ini mengancam negara-negara kepulauan seperti Indonesia, di mana jutaan orang saat ini tinggal di daerah dataran rendah yang tersebar di sekitar 17.000 pulau.

"Negara tropis seperti Indonesia lebih rentan terhadap efek pemanasan global, terutama di Sumatera Selatan di mana orang banyak bergantung pada batu bara, minyak, dan gas alam, sehingga berkontribusi pada emisi gas rumah kaca," papar Hairul

"Faktor-faktor lain yang menyebabkan tenggelam termasuk ketergantungan pada pupuk kimia di sektor pertanian, yang menyebabkan penurunan tanah dan kerusakan cekungan drainase, serta ekstraksi air tanah yang berlebihan untuk industri," imbuhnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2