Selasa, 12 Nov 2019 13:04 WIB

Menakjubkan! Detik-detik Merkurius Melintasi Matahari

Agus Tri Haryanto - detikInet
Titik hitam di arah pukul setengah tiga itu planet Merkurius dengan latar belakang Matahari. Foto: NASA Titik hitam di arah pukul setengah tiga itu planet Merkurius dengan latar belakang Matahari. Foto: NASA
Jakarta - Sebagian bpenduduk Bumi telah menyaksikan transit Merkurius kemarin (11/11), yang merupakan sebuah peristiwa alam yang langka di abad 21 ini. Tak sedikit dari mereka mengabadikan momen tersebut melalui jepretan kamera.

Hasil gambarnya sungguh menakjubkan, seperti yang diabadikan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), di mana wilayah Amerika Serikat termasuk yang kebagian melihat detik-detik Merkurius melintasi Matahari dari sudut pandang Bumi.


Berdasarkan bentuk visual planet terdepan di sistem Tata Surya ini yang dilihat detikINET dari Daily Mail, Selasa (12/11/2019), ia menyerupai titik bulat hitam yang sangat kecil dengan latar belakang Matahari yang begitu megahnya.

Berbeda dengan planet Venus yang ukurannya lebih besar sehingga dengan mata telanjang, Merkurius yang letaknya dekat dengan Matahari ukurannya sangat kecil. Untuk melihatnya dibutuhkan peralatan khusus, misalnya teropong atau teleskop dengan filter Matahari.



"Transit adalah demonstrasi nyata tentang bagaimana planet bergerak mengelilingi Matahari dan setiap orang yang memiliki akses ke peralatan yang tepat dapat melihatnya," kata Profesor Mike Cruise, President Royal Astronomical Society.

Transit Merkurius yang berlangsung kemarin itu terjadi sekitar 5,5 jam. Sehingga para pecinta astronomi bisa memotret atau menikmati peristiwa alam ini dengan santai dibandingkan gerhana matahari yang mana puncaknya hanya hitungan menit.


Ada pula para pecinta astronomi di Inggris menyaksikan kejadian ini melalui observatorium publik. Di sana masyarakat bisa melihat bintik hitam yang tak lain adalah Merkurius bergerak melewati Matahari dengan aman.

Sedangkan Indonesia tidak kebagian dalam peristiwa ini karena proses kejadian tersebut berlangsung malam hari. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan bahwa masyarakat kita bisa melihat hal itu lebih dari satu dekade lagi.

"Transit berikutnya tanggal 13 November 2032, (itu) bisa diamati dari Indonesia," kata Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN, Rhorom Priyatikanto.



Simak Video "Video NASA Detik-detik Merkurius Lintasi Matahari"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)