Senin, 28 Okt 2019 22:31 WIB

Kisah Nabi Nuh dan Ilmuwan yang Klaim Ungkap Misteri Kapalnya

Erwin Dariyanto - detikInet
Foto: (Dr Rodrigo Pacheco-Ruiz/Black Sea MAP) Foto: (Dr Rodrigo Pacheco-Ruiz/Black Sea MAP)
Jakarta -
Kisah Nabi Nuh tercatat dalam Alquran, Alkitab, juga Taurat. Nabi Nuh yang dikarunia usia hingga 950 tahun ini sempat mengalami perlawanan dari kaumnya saat berdakwah. Hingga akhirnya Allah SWT menurunkan hujan deras dan banjir besar yang menenggelamkan daerah tempat kaum Nuh berada.



Nabi Nuh dan pengikutnya serta ternak-ternak selamat lantaran naik bahtera atau kapal yang dibuat setelah mendapat perintah dari Allah SWT. Setelah selamat dari banjir besar, Nabi Nuh dan pengikutnya membangun peradaban baru. Namun kapalnya tak diketahui keberadaanya hingga kini.

Sejumlah ilmuwan pun tertarik untuk menelusuri kisah Nabi Nuh dan keberadaan kapanya yang hingga kini jadi misteri. Terakhir belum lama ini, para oseanografer menemukan adanya 'kuburan' kapal di dasar Laut Hitam di lepas laut Nassebar, Bulgaria.

Dilansir news.com Australia yang dilihat Senin (28/10/2019), Laut Hitam ini cukup menarik dan istimewa. Sebab ada 60 kapal karam di kedalaman 300 meter. Diperkirakan kapal tertua dibuat pada 400 tahun sebelum masehi. Kondisi di dasar Laut Hitam begitu unik karena tidak ada oksigen yang mengakibatkan kapal karam ini terawetkan.

Diberitakan BBC, kapal-kapal ini bisa jadi petunjuk mengenai kisah Nabi Nuh dan kapalnya. Beberapa ilmuwan percaya banjir Nabi Nuh terjadi 7.600 tahun lalu dan aslinya berlokasi di Laut Hitam.



Ini bukan pertama kali ada ilmuwan mengaku menemukan kapal Nabi Nuh. Pada 2010 lalu seperti dikutip dari nu.or.id, sebuah tim penjelajah evangelis Cina dan Turki mengaku menemukan kapal Nabi Nuh. Mereka mengaku menemukannya di sebuah gunung dengan ketinggian 4.000 meter di atas permukaan air laut di Turki.

Tim juga mengaku menemukan spesimen kayu dari struktur yang diduga merupakan perahu itu di Gunung Ararat di Turki timur. Keyakinan mereka didasarkan pada umur karbon pada kayu itu sekitar 4.800 tahun lalu. Pada tahun yang sama diyakini terjadi banjir besar yang menenggelamkan daerah kaum Nabi Nuh.

"Itu bukan 100 persen Bahtera Nuh, tapi kami pikir itu adalah 99,9 persen merujuk ke arah itu," kata Yeung Wing-cheung, salah satu anggota tim 15 yang dibentuk Noah's Ark Ministries International.

Meyakini bahwa temuan itu merupakan kapal Nabi Nuh, pejabat lokal Turki menyatakan akan meminta pemerintah pusat di Ankara untuk mengajukan status Warisan Dunia pada UNESCO.



Di antara dua temuan tersebut belum ada satu pun yang berani memastikan 100 persen bahwa itu adalah Kapal Nabi Nuh. William Ryan dan Walter Pitman, 2 ahli biologi kelautan dalam bukunya Noah's Flood menyebut banjir Nabi Nuh diduga terjadi di akhir Zaman Es.

Gunung es yang mencair di kutub menyebabkan Laut Mediterania meluap dan memicu banjir laut yang 200 kali lebih kuat dari Air Terjun Niagara. Akibatnya, Laut Hitam yang dulunya cuma danau, menjadi lautan luas seperti sekarang.

Para ilmuwan dari Black Sea Maritime Archaeology Project (MAP) menggunakan kapal selam robot untuk mengambil sampel tanah di sekitar kapal karam di Nessebar. Mereka ingin membuktikan apakah Laut Hitam terbentuk akibat banjir Nabi Nuh atau air laut yang naik pelan-pelan.

Kisah Nabi Nuh dan kapalnya sudah tertulis dalam 3 kitab suci yakni: Alquran, Alkitab dan Taurat. Namun keberadaan kapalnya hingga kini masih misteri.


Kisah Nabi Nuh dan Ilmuwan yang Klaim Ungkap Misteri Kapalnya
(erd/nwy)