Rabu, 25 Sep 2019 06:06 WIB

Ngeri, Asteroid Besar Sempat Tak Terlacak Dekati Bumi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Ilustrasi.
Jakarta - Email internal yang dikrimkan pada karyawan NASA mengungkap belum lama ini, Bumi terancam dihantam asteroid berukuran besar. Parahnya, NASA sempat tidak dapat mendeteksinya.

Asteroid yang didiskusikan di email itu dinamakan 2019 OK. Bulan Juli silam, asteroid itu mengejutkan NASA karena mendadak muncul tanpa terdeteksi. Ia baru terlacak 24 jam sebelum melintasi Bumi.

Menurut Lindlley Johnson, pejabat Planetary Defence NASA, 2019 OK diameternya antara 56 meter sampai 130 meter. Ia mendekati planet ini dalam jarak hanya 0,00052 unit astronomi, atau sekitar seperlima jarak antara Bumi dengan Bulan.


Melihat ukurannya, asteroid ini bakal mengakibatkan kerusakan cukup besar seandainya menubruk Bumi. Untungnya, hal itu tidak terjadi.

"Karena mungkin ada liputan media besok, saya memperingatkan Anda bahwa sekitar setengah jam lagi, asteroid besar akan melintasi Bumi dalam jarak hanya 0,19 jarak Bulan. 2019 baru terlacak pada 24 jam lalu," tulis Johnson.

Email lain antara para karyawan NASA mempertanyakan alasan apa yang membuat asteroid itu tidak segera terdeteksi. Faktor yang disebut antara lain masalah cuaca dan posisi Bulan yang menyembunyikan si asteroid.

Tapi apapun alasannya, asteroid itu gagal terdeteksi dengan cepat. Paul Chodas dari Jet Propulsion Laboratory NASA mengakui sistem pendeteksi NASA kelolosan mengamatinya.

"Obyek ini lolos melalui beberapa jaring pengaman kami. Saya berharap berapa kali situasi ini terjadi di mana asteroid sama sekali tak terdeteksi," katanya.

Kegagalan ini dianggap sebagai peringatan lantaran NASA berulangkali menegaskan pentingnya deteksi asteroid yang mengancam Bumi secara dini. Mereka diharapkan memperbaiki sistemnya sehingga tingkat pelacakan bisa makin sempurna.

Menurut Dante Lauretta selaku Principal Investigator NASA, asteroid menghantam Bumi setiap hari. Namun kebanyakan begitu kecil sehingga terbakar di atmosfer. Tapi asteroid kecil pun dapat menimbulkan kerusakan seperti yang terjadi di Chelyabinks. Dan semakin kecil, semakin susah dideteksi.


Teknologi pertahanan asteroid pun dipercanggih. US National Science and Technology Council telah merilis rancangan National Near-Earth Object Preparedness Strategy and Action Plan untuk mengkoordinasikan upaya dalam 10 tahun ke depan dalam menangkal bahaya asteroid.

Tujuannya untuk meningkatkan deteksi dan identifikasi NEO, prediksi lebih baik, teknologi untuk menangkis atau mengganggu jalur NEO, meningkatkan kerja sama internasional, serta protokol jika terjadi tabrakan asteroid. (fyk/fyk)
Ilustrasi.
Foto: NASA