Sabtu, 07 Sep 2019 23:40 WIB

Round-up

India Boleh Gagal ke Bulan, Indonesia Mau ke Mana?

Tim detikINET - detikInet
Halaman 1 dari 4
Foto: BBC World Foto: BBC World
Bengaluru - Kenyataan bahwa lander Vikram yang mengalami hilang kontak dengan tim di Bumi saat akan melakukan pendaratan di Bulan, membuat India harus lapang dada. Kendati harus menelan kekecewaan, mimpi negeri Bollywood ini masih terus berlanjut.

"Komunikasi dari lander ke ground station terputus," kata Kailasavadivoo Sivan, Chairman Indian Space Research Organization (ISRO) yang dikutip detikINET dari Guardian.

"Penurunan lander Vikram sudah sesuai rencana dan performanya normal sampai ketinggian 2,1 kilometer. Di saat yang sama, komunikasi hilang. Datanya masih dianalisis," sambungnya.

Perdana Menteri India Narendra Modi yang menyaksikan langsung momen pahit tersebut mengatakan mereka akan tetap berkomitmen pada program antariksa. "Kita tetap berharap dan akan terus bekerja keras dalam program antariksa kita," ujarnya.


Misi bernama Chandrayaan 2 yang berarti kendaraan Bulan dalam bahasa Sanskerta diterbangkan dari fasilitas Satish Dhawan Space Center di Andhra Pradesh pada 22 Juli. Pertengahan Agustus, ia berhasil mengorbit di satelit Bumi tersebut.

Chandrayaan 2 awalnya direncanakan mendarat di kutub selatan yang belum pernah dijelajahi, untuk mencari bukti adanya air dan mineral serta mengukur gempa Bulan. Ia membawa tiga bagian yaitu orbiter, lander dan sebuah rover.

Misi ini berbiaya hemat, hanya USD 145 juta atau lebih rendah dari biaya pembuatan film Avengers: Endgame. Akan tetapi keberhasilannya terbang ke Bulan membuktikan ilmuwan India mampu menjelajah angkasa secara mandiri.

(agt/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com