Selasa, 20 Agu 2019 13:00 WIB

Kata Elon Musk soal Ancaman Asteroid 'Dewa Kekacauan'

Fino Yurio Kristo - detikInet
Elon Musk. Foto: Kyle Grillot/Reuters Elon Musk. Foto: Kyle Grillot/Reuters
Jakarta - Ancaman asteroid belakangan makin banyak dibicarakan lembaga terkait, terutama NASA. Elon Musk bahkan juga melayangkan komentarnya.

Di Twitter, pemilik perusahaan antariksa SpaceX itu menanggapi link berita yang dipajang rekannya, Joe Rogan, bahwa NASA sedang bersiap menghadapi kedatangan asteroid besar berjuluk Apophis, dewa kekacauan dari Mesir kuno. Asteroid itu akan melintas dekat dengan Bumi.

"Nama yang bagus! Tidak cemas soal asteroid ini, tapi batu besar pada akhirnya akan menghantam Bumi dan kita pada saat ini tidak memiliki pertahanan apapun," cetus Elon mengutarakan kritikannya.


Memang kecil kemungkinan Apophis menghantam Bumi walau jika terjadi akibatnya bisa runyam. Seandainya menuju Bumi, Apophis akan menabrak dengan kekuatan setara 880 juta ton TNT atau 65 ribu kali lebih powerful dari bom atom Hiroshima. Ia akan menyebabkan kawah besar sedalam 518 meter.

Pernyataan Elon bahwa Bumi saat ini tidak memiliki sistem pertahanan terhadap asteroid pun ada benarnya. Berbagai skenario tengah disiapkan pihak terkait seperti lembaga antariksa NASA namun belum diimplementasikan.

NASA telah menyetujui misi untuk menabrakkan sebuah pesawat angkasa ke asteroid dan membelokkan arahnya. Dinamai Double Asteroid Redirection Test (DART), ini adalah misi pertama NASA dalam mempertahankan planet Bumi.

DART merupakan wahana antariksa yang dirancang untuk 'mencegat' bulan kecil atau moonlet yang mengelilingi asteroid Didymos pada akhir tahun 2022. Saat itu, posisi moonlet yang bernama Didymoon ini berjarak sekitar 11 juta kilometer dari Bumi.

DART kemudian akan menabrakkan dirinya menuju Didymoon untuk mencoba mengubah arahnya dan menjauh dari Bumi.


"Tabrakan ini akan mengubah kecepatan dari moonlet dalam orbitnya di sekitar tubuh utama dengan sepersekian persen, cukup untuk bisa diukur menggunakan teleskop di Bumi," kata NASA.

Jika misi uji coba ini berjalan dengan sukses, konsep yang sama dapat digunakan untuk mengubah arah asteroid dan mencegah tabrakan dengan Bumi yang dapat menimbulkan bahaya besar.

Simak Video "Asteroid 'Dewa Kekacauan' Dekati Bumi 10 Tahun Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)