Rabu, 24 Apr 2019 16:00 WIB

Pertama dalam Sejarah, Ilmuwan Deteksi Gempa di Mars

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Dok. NASA Foto: Dok. NASA
Jakarta - Untuk pertama kalinya, peradaban manusia berhasil mendeteksi sekaligus merekam terjadinya gempa di Mars, atau disebut juga sebagai "marsquake". Hal ini berhasil dilakukan NASA menggunakan wahana antariksa Mars InSight.

Lander tersebut berhasil merekam gempa Mars menggunakan instrumen Seismic Experiment for Interior Structure (SEIS) yang dimilikinya. Momen ini sendiri terjadi pada 6 April waktu Bumi, atau hari (Sol) ke 128 bagi wahana tersebut di Planet Merah itu, sebagaimana detikINET kutip dari situs resmi NASA, Selasa (24/4/2019).

Tak cuma itu, ada tiga sinyal seismik lain yang terjadi sebelum dan sesudah fenomena tersebut. Masing-masing terjadi pada 14 Maret (Sol 105), 10 April (Sol 132), dan 11 April (Sol 133). Diketahui getaran yang terjadi di tiga hari tersebut tidak sebesar dengan yang direkam pada Sol 128.




Rekaman ini sendiri jadi bukti pertama adanya getaran yang dihasilkan dari dalam planet tersebut. Biasanya, peristiwa serupa disebabkan oleh faktor eksternal seperti angin. Para ilmuwan pun masih meneliti data dari Mars InSight untuk memastikan penyebab dari getara tersebut.

"Kami telah mengoleksi gangguan-gangguan yang ada di Mars, tapi ini untuk pertama kalinya membuka bidang penelitian baru: seismologi Mars!" ujar Bruce Banerdt dari NASA Jet Propulsion Laboratory sekaligus salah satu pemimpin penelitian yang dilakukan oleh InSight.

Lantas, apa bedanya aktivitas seismik di Mars dengan di Bumi? Salah satu yang diketahui adalah kekuatannya, dan menyusul kemudian merupakan dampaknya.




Gempa Mars yang dideteksi oleh InSight terlalu lemah untuk bisa memberikan data yang sahih terkait dengan interior dari planet tersebut. Lebih lanjut, permukaan tetangga Bumi itu pun juga sangat tenang.

Hal ini tentu berbeda dengan gempa yang terjadi di Bumi. Bahkan, jika dibandingkan, peristiwa serupa di Mars akan tertutup oleh getaran-getaran kecil yang rutin terjadi di Southern California. Daerah tersebut disebut mengalami gempa tiap tiga menit.

Walau tampak masih di tahap awal untuk memanfaatkan data dari peristiwa tersebut dalam meneliti interior dari Mars, yang juga merupakan misi utama dari InSight, temuan ini sejatinya tetap jadi pertanda baik. Pasalnya, diketahuinya gempa yang terjadi di Bulan puluhan tahun lalu dapat membantu ilmuwan untuk mengetahui lebih lanjut satelit alami Bumi tersebut.




Jadi, sepanjang misi Apollo, pada astronot NASA memasang lima seismometer yang berhasil mendeteksi ribuan gempa di sana selama beroperasi dar 1969 hingga 1977. Dari situ, para peneliti menggunakan getaran yang dihasilkan untuk mempelajari lebih dalam mengenai interior Bulan.

Lebih lanjut, NASA juga diketahui sudah berencana untuk kembali mengirim astronot ke Bulan pada 2024. Misi ini dicanangkan dapat memuluskan langkah untuk eksplorasi manusia ke Mars ke depan.


(mon/krs)