Rabu, 17 Apr 2019 07:40 WIB

Melintasi Lubang Cacing di Antariksa? Ini Fakta Anyarnya

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Reka wujud lubang cacing alias wormhole di antariksa. (Foto: Shutterstock) Reka wujud lubang cacing alias wormhole di antariksa. (Foto: Shutterstock)
Jakarta - Baru-baru ini dunia dihebohkan dengan gambar lubang hitam (black hole) pertama sepanjang sejarah, yang mungkin membuat mendiang Stephen Hawking dan Albert Einstein tersenyum di alam sana. Kini studi terbaru menunjukkan fakta anyar mengenai satu lagi lubang antariksa yang tak kalah populer.

Itu merupakan lubang cacing, atau biasa disebut sebagai wormhole. Dalam sains, wormhole ini dikenal dengan nama jembatan Einstein-Rosen, merujuk pada ide Albert Einstein dan Nathan Rosen pada 1935 yang menyebut adanya "jembatan" penghubung ruang dan waktu.

Kini, para ahli fisika dari Harvard University menunjukkan bahwa lubang cacing bisa terletak di suatu tempat di alam semesta ini. Wormhole menghubungkan dua tempat yang sangat jauh dan memungkinkan dalam mengakomodir perjalanan dalam lorong ruang dan waktu itu.




Sayangnya, walau secara teori memang bisa bepergian menggunakan wormhole, keberadaannya tidak akan berguna bagi manusia dalam hal berpindah dari satu tempat ke lokasi lain. Hal tersebut diungkapkan oleh Daniel Jafferis, penulis laporan studi ini.

"Akan membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk melakukan perjalanan melalui lubang cacing ketimbang pergi secara langsung ke tempat tujuan, jadi ia tidak terlalu berguna dalam perjalanan di luar angkasa," ujarnya.

Meski begitu, bukan berarti wormhole tidak berguna sama sekali. Pentingnya objek tersebut terletak pada bagaimana ia bisa memungkinkan cahaya masuk melewatinya.




"Hal yang sebenarnya penting dari penelitian ini adalah relasi antara informasi di dalam lubang cacing dengan lubang hitam dan hubungan antara gravitasi dengan mekanika quantum," katanya menjelaskan, sebagaimana detikINET kutip dari News Wise, Rabu (17/4/2019).

Hal ini bisa diartikan bahwa lubang hitam dapat berlaku sebagai lubang cacing. Caranya, ada dua lubang hitam di angkasa, dan cahaya bisa masuk ke lubang hitam pertama agar bisa keluar di lubang hitam kedua.

Jadi, sepertinya para pembuat film harus berpikir ulang dalam menggambarkan lubang cacing di dalam karyanya. Sebagaimana kita ketahui, di film-film seperti Star Trek, Star Wars, hingga Avengers, wormhole digambarkan sebagai jalur super cepat dalam berkelana dari satu planet ke planet lain.





(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed