Sabtu, 13 Apr 2019 13:48 WIB

NASA Gandeng SpaceX untuk 'Tabrak' Asteroid

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: NASA Foto: NASA
Jakarta - Bumi berpotensi untuk ditabrak asteroid raksasa kapan saja sehingga NASA membuat misi khusus untuk mencegah bencana tersebut. Salah satunya adalah misi Double Asteroid Redirection Test (DART).

Kini, badan antariksa Amerika Serikat tersebut menggandeng SpaceX untuk meluncurkan misi tersebut ke luar angkasa. Misi ini dijadwalkan akan meluncur pada bulan Juni 2021 dari Vandenberg Air Force Base di California, AS menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.



DART sendiri merupakan wahana antariksa yang dirancang untuk 'mencegat' bulan kecil atau moonlet yang mengelilingi asteroid Didymos pada akhir tahun 2022. Saat itu, posisi moonlet yang bernama Didymoon ini berjarak sekitar 11 juta kilometer dari Bumi.

DART kemudian akan menabrakkan dirinya menuju Didymoon untuk mencoba mengubah arahnya dan menjauh dari Bumi.

"Tabrakan ini akan mengubah kecepatan dari moonlet dalam orbitnya di sekitar tubuh utama dengan sepersekian persen, cukup untuk bisa diukur menggunakan teleskop di Bumi," kata NASA seperti dikutip detikINET dari CNET, Sabtu (13/4/2019).

Jika misi uji coba ini berjalan dengan sukses, konsep yang sama dapat digunakan untuk mengubah arah asteroid dan mencegah tabrakan dengan Bumi yang dapat menimbulkan bahaya besar.



Kontrak ini tentu merupakan kemenangan sendiri untuk SpaceX karena perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk ini telah diberi tanggung jawab untuk meluncurkan dua proyek besar milik NASA.

Sebelumnya, SpaceX juga memenangkan kontrak untuk mengembangkan Crew Dragon atau kapsul awak yang akan digunakan astronot Amerika Serikat untuk menuju International Space Station (ISS).

NASA Gandeng SpaceX untuk 'Tabrak' Asteroid
(vim/vim)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed