Selasa, 02 Apr 2019 16:05 WIB

Misteri Kematian 9 Pendaki Rusia, 60 Tahun Tak Terpecahkan

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Halaman 1 dari 2
Tenda para pendaki yang tewas dalam kasus Dyatlov Pass Incident sudah terkoyak. Foto: Istimewa Tenda para pendaki yang tewas dalam kasus Dyatlov Pass Incident sudah terkoyak. Foto: Istimewa
Jakarta - Pernah dengar kasus bernama Dyatlov Pass Incident? Itu merupakan peristiwa meninggalnya sembilan mahasiswa Rusia di Pegunungan Ural pada 1959, yang sampai saat ini belum terpecahkan misteri di dalamnya.

Kini, pemerintah Rusia resmi membuka lagi kasus yang sudah 60 tahun lebih diselimuti tanda tanya tersebut. Seiring waktu berjalan pun sudah banyak artikel, buku, hingga dokumenter yang muncul berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat itu.


Lantas, apa sebenarnya yang terjadi pada sembilan mahasiswa tersebut? Pada 23 Januari 1959, orang-orang yang berasal dari Ural Polytechnic Institute itu pergi mendaki Pegunungan Ural.

Igor Dyatlov, mahasiswa teknik yang sedang menjalani tahun kelimanya kala itu, memimpin perjalanan. Sekadar informasi, nama Dyatlov Pass Incident merujuk pada nama belakang mahasiswa tersebut.

Rencananya, mereka akan menempuh perjalanan sepanjang lebih dari 300 km dalam 16 hari. Sesampai di tujuan, tim tersebut akan melakukan kontak melalui telegram.


Karena tidak ada kontak selang beberapa hari, dan mereka tak jua pulang, pencarian pun mulai dilakukan pada 20 Februari. Enam hari setelahnya, regu pencari menemukan tenda yang sudah terkoyak. Barang-barang seperti pakaian dan sepatu, ditemukan di dalamnya.

Beberapa hari setelahnya, mayat dua anggota penjelajah, Yuri Doroshenko dan Yuri Krivonischenko, ditemukan sekitar 2 kilometer dari tenda. Kemudian, tiga jasad pendaki ditemukan, salah satunya adalah Igor Dyatlov, selang beberapa hari. Sedangkan empat jenazah sisanya baru ditemukan pada Mei ketika salju mencair.

Kondisi mayat-mayat tersebut saat ditemukan menimbulkan banyak tanda tanya lantaran banyak yang hanya mengenakan pakaian dalam. Selain itu, ada yang cuma mengenakan sebelah sepatu, sekadar kaus kaki, bahkan ada yang bertelanjang kaki.


Laporan menyebut enam orang meninggal karena hipotermia. Sedangkan tiga sisanya tewas akibat cedera parah, seperti patah pada tulang dan tengkorak.

Penyelidikan pun dihentikan pada Mei 1959. Sejak saat itu, sampai saat ini, deskripsi penyebab kematian mereka hanya dijelaskan sebagai faktor alam semata.

Halaman Selanjutnya: Teori Konspirasi Seputar Dyatov Pass Incident (mon/fyk)