Senin, 18 Feb 2019 05:59 WIB

NASA Gelontorkan Rp 3 Triliun Teliti Asal Usul Alam Semesta

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: NASA Foto: NASA
Jakarta - Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mencanangkan misi baru yang dapat membantu para ahli astronomi memahami bagaimana alam semesta berevolusi. Bukan cuma itu, diharapkan misi ini juga dapat membantu dalam mengetahui seberapa umum komponen penunjang kehidupan di galaksi Bima Sakti.

Misi tersebut bernama Spectro-Photometer for the History of the Universe, Epoch of Reionization and Ices Explorer. Agar lebih mudah, NASA menyingkatnya sebagai SPHEREx.


Misi itu disebut membutuhkan biaya sebesar USD 242 juta, atau sekitar Rp 3,4 triliun. Angkanya pun masih bisa bertambah lantaran jumlahnya belum termasuk anggaran untuk peluncuran roket.

NASA menjadwalkan untuk bisa melangsungkan program ini pada 2023 mendatang. Sedangkan durasi dari misi tersebut akn memakan waktu selama dua tahun, sebagaimana tercantum dalam situs resminya.

Nantinya, SPHEREx, akan mengumpulkan data dari 300 juta galaksi, termasuk di dalamnya adalah ratusan bintang di galaksi Bima Sakti. Beberapa galaksi itu bahkan jaraknya sangat jauh, dan ada yang cahayanya butuh waktu 10 miliar tahun untuk bisa sampai ke Bumi.


Rencananya, SPHEREx akan melakukan penelitian tersebut tiap enam bulan. Lalu, data darinya akan dibuatkan peta langit Bumi dengan 96 warna berbeda, yang diklaim lebih baik dari peta-peta terdahulu.


Simak Juga 'Tangkapan Suara dari Mars yang Bikin Merinding':

[Gambas:Video 20detik]

(mon/afr)