Senin, 22 Okt 2018 11:43 WIB

Tantangan Berat BepiColombo Sebelum Mencapai Merkurius

Virgina Maulita Putri - detikInet
Planet Merkurius (Foto: NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution of Washington via Getty Images) Planet Merkurius (Foto: NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution of Washington via Getty Images)
Jakarta - Misi gabungan badan antariksa Eropa (ESA) dan badan antariksa Jepang (JAXA) yang disebut BepiColombo sudah meluncur Jumat (19/10). Misi ini menuju Merkurius untuk meneliti struktur dan permukaan planet tersebut. Sebelum mencapai Merkurius, misi ini harus melewati banyak rintangan terlebih dahulu.

"Merkurius adalah planet kecil yang dekat dengan Matahari, jadi kalian bisa terbang lurus ke arah Merkurius dan tiba di sana dalam beberapa bulan, tetapi kalian tidak bisa berhenti karena gravitasi Matahari akan menghisap kalian," kata peneliti yang bekerja di orbiter Mercury Planetary, Suzanne Imber, seperti dikutip detikINET dari Guardian, Senin (21/10/2018).




Untuk mengakali hal tersebut, BepiColombo harus mencapai Merkurius dengan melewati beberapa putaran. Jadi misi ini harus beberapa kali melewati Bumi, Venus dan Merkurius sebelum memasuki orbit Merkurius pada akhir 2025 dan memulai operasi pada awal 2026.

"Kami akan melewati Bumi sekali, Venus dua kali, dan Merkurius enam kali," kata Deputy Project Scientist BepiColombo Joe Zender.

BepiColombo akan membutuhkan waktu tujuh tahun untuk mencapai orbit Merkurius. Setelah mencapai orbit Merkurius, misi ini dihadapkan dengan masalah suhu ekstrem di planet tersebut.

"Panasnya luar biasa, 450 derajat Celcius di satu sisi, tapi jangan lupa di sisi lainnya mencapai -180 derajat Celcius," jelas Imber.

"Wahana kami akan bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dalam beberapa puluh menit. Instrumen kami harus beroperasi di sekitar suhu kamar," lanjutnya.

Untuk itu, orbiter buatan JAXA akan berputar 15 kali dalam satu menit agar tidak terpanggang. Sementara orbiter buatan ESA akan dibungkus dalam selimut berlapis khusus dan memiliki radiator untuk perlindungan.




BepiColombo merupakan misi ketiga yang akan mencapai Merkurius, setelah misi Mariner 10 dan Messenger. Misi ini akan meneliti bagaimana proses terbentuknya Merkurius. Selain itu, BepiColombo juga akan mempelajari struktur internal, medan magnet dan komposisi permukaannya.




Tonton juga 'Persiapan Astronot China ke Luar Angkasa 2020':

[Gambas:Video 20detik]

(rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed