Kamis, 18 Okt 2018 13:15 WIB

Kota di China Ini Mau Luncurkan Bulan Tiruan

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Sebuah kota di China punya rencana ambisius: meluncurkan Bulan tiruan untuk mengganti peran lampu jalan di sana. Foto: Muhammad Ridho Sebuah kota di China punya rencana ambisius: meluncurkan Bulan tiruan untuk mengganti peran lampu jalan di sana. Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Pernah dengar kota bernama Chengdu? Kawasan tersebut merupakan ibukota dari Provinsi Sichuan, China, dan berbatasan langsung dengan Tibet.

Entah penerangan di kota tersebut buruk atau boros energi, tapi mereka dilaporkan memiliki rencana ambisius untuk mengganti lampu-lampu jalan dengan Bulan tiruan. Lantas, bagaimana nasib satelit alami Bumi yang asli di atas sana?




Tidak, mereka tidak berniat menghancurkan yang asli dan menggantinya dengan tiruan buatannya. Tapi mungkin mereka akan memberi label "Made In China" di Bulan buatannya agar tidak tertukar dengan yang asli, siapa tahu?

Rencananya, Bulan tiruan tersebut akan diluncurkan pada 2020 mendatang. Walau begitu, bentuknya tidak benar-benar menyerupai satelit alami Bumi yang asli.

Sejatinya, itu adalah satelit yang mampu memancarkan cahaya. Menariknya, Bulan tiruan tersebut diklaim lebih kuat cahayanya dibanding yang asli, sampai delapan kali lipat, sebagaimana detikINET kutip dari The Guardian, Kamis (18/10/2018)

Dengan kemampuannya tersebut, satelit itu mampu memancarkan cahayanya hingga radius 80 kilometer. Untuk jangkauan penerangannya, bisa dikontrol sehingga memiliki jarak beberapa meter, memungkinkannya agar dapat mengganti peran lampu jalan.


Gemerlap lampu jalan di Chengdu, China, nantinya akan tergantikan oleh satelit yang berperan sebagai Bulan tiruan.Gemerlap lampu jalan di Chengdu, China, nantinya akan tergantikan oleh satelit yang berperan sebagai Bulan tiruan. Foto: Go Chengdu



Wu Chenfeng, Chairman Chengdu Aerospace Science and Technology Microelectronics System Research Institute, jadi sosok di balik ide proyek ambisius ini. Ia mengaku uji coba terhadap satelitnya sudah dilakukan beberapa tahun lalu.

Kini, ia menganggap teknologi sekarang sudah cukup memungkinkan untuk mewujudkan rencana ini pada 2020. Menarik untuk ditunggu bagaimana pihaknya akan menjalankan proyek ambisius ini.




Tonton juga 'Miliarder Jepang Yusaku Maezawa Akan Ajak Seniman Wisata ke Bulan':

[Gambas:Video 20detik]

(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed