Selasa, 31 Jul 2018 17:56 WIB

Mars Tak Bisa Dihuni? Ini Kata Elon Musk

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Elon Musk. Foto: Reuters
Jakarta - CEO SpaceX, Elon Musk, diketahui sangat berambisi untuk mewujudkan kolonisasi manusia ke Mars. Bahkan, ia tampaknya tidak mengindahkan penelitian terbaru yang menyebutkan jika Planet Merah tersebut akan sulit dihuni.

Riset dari para peneliti yang didanai oleh NASA mengungkapkan jika tetangga Bumi itu tidak memiliki kandungan karbon dioksida (CO2) yang cukup untuk menjalani terraforming. Itu adalah sebuah proses untuk mengubah lingkungan di sebuah planet menjadi dapat dihuni atau mirip dengan Bumi.


Melalui akun Twitter miliknya, pria berjuluk "Iron Man" tersebut membalas sebuah cuitan dari @DiscoverMag. Akun tersebut mengunggah hasil penelitian yang disebutkan di atas.

"Maaf, Elon. Tidak ada kandungan CO2 yang cukup untuk memenuhi terraform di Mars," tulis @DiscoverMag.

"Ada CO2 dalam jumlah yang sangat besar di Mars yang terserap di dalam lapisan tanah yang bisa dilepas jika dipanaskan. Dengan energi yang cukup dari reaksi fusi, baik itu secara buatan maupun natural dari Matahari, kamu bisa melakukan terraform hampir di seluruh objek besar berbatu," balas Elon.

Hal tersebut sontak menarik perhatian netizen yang takjub dengan balasan CEO Tesla itu. Banyak yang menanti apa lagi inovasi dari pria kelahiran Afrika Selatan tersebut di masa depan.

Pasalnya, para peneliti pun mengakui teknologi yang ada saat ini tidak bisa mewujudkan terraforming di Mars. Dengan perusahaan antariksa sekelas SpaceX yang dimilikinya, bukan tidak mungkin Elon dapat memecahkan perkara teknologi tersebut.


Semangat Elon untuk melakukan kolonisasi manusia ke luar angkasa memang sudah ditunjukkan dalam beberapa waktu terakhir. CEO The Boring Company ini pun sempat mengatakan bahwa SpaceX tengah membangun pesawat luar angkasa untuk menuju Mars, atau planet lain, dan dapat melakukan perjalanan singkat pada paruh pertama 2019.

Selain itu, Elon turut menyebutkan bahwa perusahaan antariksa pimpinannya tersebut sudah berencana untuk mengirim kargo ke Planet Merah pada 2022. Misi tersebut merupakan bentuk inisiasi dari kolonisasi manusia yang dicanangkannya.














(mon/rns)