Sabtu, 31 Mar 2018 12:10 WIB

AI Bisa Dipakai Cari Kawah di Bulan

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: NASA Foto: NASA
Jakarta - Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan memang punya banyak fungsi, dari mengendalikan mobil tanpa sopir, sampai yang terbaru adalah menemukan kawah baru di bulan.

Baru-baru ini peneliti dari University of Toronto mengembangkan teknologi di mana mereka bisa menggunakan AI untuk menemukan kawah baru di bulan. Dan teknologi yang dipakai sama dengan teknologi yang dipakai di mobil otonom.

AI di sini dipakai untuk mengukur ukuran dan lokasi dari kawah di bulan. Sebelumnya memang sudah ada peneliti lain yang mengembangkan algoritma untuk melakukan hal serupa, namun dibandingkan teknolgi baru ini, performa algoritma lama itu sangat jauh tertinggal.

"Pada dasarnya adalah kami perlu melihat gambar secara manual, mencari dan menghitung jumlah kawah, lalu mengkalkulasi ukurannya dengan dasar dari ukuran gambar. Lalu kami mengembangkan teknik dari kecerdasan buatan yang bisa mengotomatisasi proses ini secara keseluruhan," jelas Mohamad Ali-Dib dari Centre for Planetary Sciences.

Memang, menghitung kawah di bulan bukanlah hal yang signifikan. Bulan diperkirakan punya ratusan ribu kawah, yang kebanyakan terjadi karena bertabrakan dengan asteroid dan meteor.

Namun keberhasilan AI untuk menemukan kawah ini menunjukkan bahwa machine learning bisa dipakai untuk mengotomatisasi pekerjaan intensif yang menghabiskan sumber daya, demikian dikutip detikINET dari The Verge, sabtu (31/3/2018).

Jadi, para astronom bisa memfokuskan energinya untuk mengerjakan hal lain yang lebih menantang, ketimbang sekadar menghitung jumlah kawah di bulan dengan melihat gambar bulan di komputernya. (asj/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed