Kamis, 08 Mar 2018 15:21 WIB

Pendiri Microsoft Ramaikan Persaingan Menuju Luar Angkasa

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: (AFP/Getty Images) Foto: (AFP/Getty Images)
Jakarta - Bermodalkan pesawat terbesar di dunia yang dimilikinya, pendiri Microsoft akan meramaikan persaingan dalam perjalanan menuju luar angkasa.

Paul Allen, yang bersama Bill Gates mendirikan Microsoft, memiliki ambisi besar terhadap pesawat terbesar di dunia garapannya, yaitu Stratolaunch.

Ia tengah mempertimbangkan untuk memasangkannya dengan sebuah pesawat ulang alik terbaru yang disebutnya sebagai Black Ice.

Dalam sebuah wawancara, Paul Allen yang merupakan founder sekaligus chairman dari Vulcan Inc., perusahaan yang menaungi Stratolaunch System, membeberkan alasannya untuk terjun tidak hanya ke industri penerbangan, namun juga antariksa.



"Saya akan sangat senang saat dunia memiliki sebuah sistem yang benar-benar bisa digunakan kembali seutuhnya, ditambah dapat dioperasikan secara mingguan, atau bahkan lebih sering lagi," ujarnya.

Nantinya, Black Ice direncanakan akan memiliki ukuran serupa dengan pesawat ulang alik milik NASA dan mampu tahan di luar angkasa selama tiga hari.

Kendaraan antariksa ini secara teknis bisa diterbangkan di berbagai titik selama tempat tersebut memiliki landasan pacu yang cukup panjang untuk Stratolaunch, pesawat yang akan 'membopongnya' nanti.

Peluncuran Black Ice nanti dimaksudkan untuk membawa muatan ke International Space Station (ISS) maupun satelit ke orbit Bumi, dan kembali lagi agar dapat digunakan di kesempatan berikutnya.



Sedangkan untuk target jangka panjang, Allen tidak menutup kemungkinan dalam mengeksekusi misi dengan awak.

"Dengan adanya pesawat yang mampu mengangkut kendaraan antariksa, tidak akan ada lagi yang terbuang selain bahan bakar," katanya, seperti detikINET kutip dari The Washington Post, Kamis (8/3/2018).

Meski begitu, sebelum memikirkan lebih jauh mengenai Black Ice, fokus terhadap pesawat Stratolaunch adalah penerbangan pertamanya, yang kemungkinan dapat dilaksanakan pada tahun ini.

Pesawat raksasa dengan 28 roda, enam mesin jet Boeing 747, dan panjang sayap 117 ini sendiri telah menyelesaikan latihan terbarunya di Mojave, California, Amerika Serikat.

Dalam latihannya tersebut, Stratolaunch mampu melaju di landasan dengan kecepatan hingga 74 kilometer per jam. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed