BERITA TERBARU
Senin, 04 Des 2017 22:22 WIB

Tahun Baru 2018 Dibuka dengan Supermoon dan Gerhana Bulan

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: BBC Magazine Foto: BBC Magazine
FOKUS BERITA Gerhana Bulan Langka
Jakarta - Penampakan supermoon menjadi awal dari trilogi fenomena serupa yang katanya akan kembali terjadi awal tahun depan.

Berdasarkan keterangan dari NASA, supermoon berikutnya akan terjadi pada 1 Januari dan 31 Januari 2018. Untuk tanggal yang disebutkan terakhir, penampakan supermoon akan terjadi pada saat gerhana bulan tengah berlangsung.

"Gerhana bulan yang terjadi pada 31 Januari 2018 akan terlihat saat bulan tenggelam. Orang-orang yang berada di tempat terlihatnya fenomena tersebut, terutama di Amerika Serikat, harus bangun lebih pagi untuk melihatnya," kata Noah Petro, peneliti NASA, seperti detikINET kutip dari Space pada Senin (4/12/2017).

Fenomena spesial ini bisa terlihat di Amerika Utara sebelah barat, Asia Pasifik, serta Asia Timur. Bahkan, ada kemungkinan pada saat itu juga akan terjadi fenomena blue moon yang hanya terjadi dalam 2,5 tahun sekali.

Blue moon biasanya muncul pada saat bulan purnama ketiga atau keempat dalam satu musim, atau bulan penuh kedua dalam satu bulan. Sesuai namanya, pada saat itu Bulan akan tampak dengan sedikit sentuhan warna biru.

Sedangkan supermoon sendiri, terjadi saat Bulan tengah dalam bentuk seutuhnya (purnama) saat orbitnya mencapai pada titik terdekat dengan Bumi, atau disebut perigee.

Hal ini membuat Bulan tampak lebih terang hingga 30% dan lebih besar sampai 14% dibanding pada saat bulan purnama di titik terjauh dengan Bumi, yang disebut apogee.

"Supermoon merupakan momen yang sangat baik bagi setiap orang untuk menyaksikan Bulan secara terus-menerus, baik bersamaan dengan gerhana maupun tidak," pungkas Noah.


(rou/rou)
FOKUS BERITA Gerhana Bulan Langka

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed