Di ajang First International Conference on Fuzzy Computation yang dihelat di Madeira, Portugal, Susana memperlihatkan bahwa aplikasi yang diciptakannya mampu mengindentifikasi emosi yang tersembunyi dalam ekspresi bicara, sehingga dapat diketahui apakah si pembicara sedang sedih, bahagia atau gugup.
"Aplikasi ini diterapkan dalam pemrograman bahasa bernama Prolog. Prolog sendiri beroperasi dengan sesuatu yang disebut fuzzy logic dan sering digunakan untuk aplikasi kecerdasan artifisial dan sistem ahli," papar Susana dalam presentasinya, dikutip detikINET dari Science Daily, Kamis (25/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susana menjelaskan, mekanisme logis RFuzzy meninggalkan beberapa margin interpretasi ke komputer. Selanjutnya, komputer akan membuat keputusan berdasarkan sederet aturan logis yang digunakan sebagai parameter pengukuran meliputi volume suara, tingkat nada, kecepatan dan sebagainya.
(rns/wsh)