Diharapkan sensor ini dapat membantu mengumpulkan data yang diperlukan untuk pengobatan saat tentara mengalami cedera otak traumatik.
Dikutip detikINET dari AFP, Kamis (27/11/2008), menurut David Mott, peneliti di Naval Research Laboratory, dengan helm bersensor ini, angkatan laut akan memiliki rekaman tentang ledakan yang terjadi di sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mott kemudian menunjukkan pergerakan gelombang udara yang memasuki celah antara helm dengan kepala. Helm tersebut memberikan perlindungan sisi kepala dari ledakan.
Namun, helm ini juga mengumpulkan gelombang yang datang di bawah celah dan hal ini dapat memberikan tekanan yang lebih tinggi di bagian belakang kepala.
Protototipe sensor helm ini telah dikembangkan, tapi proyek ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. (faw/dwn)