Memang saat ini belasan rumah sakit di Phoenix, Arizona, sering menggunakan robot untuk melakukan operasi seperti operasi prostat. Disebutkan bahwa penggunaan robot saat melakukan operasi dapat mengurangi rasa sakit pasien, dan mempercepat proses penyembuhan.
"Ini seperti sedang bermain video game," ujar Dr. Michael Hibner, Direktur Bedah Ginekologi di rumah sakit St.Joseph, Phoenix. Hibner merupakan salah seorang dokter bedah yang sudah sering menggunakan da Vinci untuk mengoperasi pasiennya. Ia juga sering melatih para dokter bedah untuk menggunakan robot operasi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Scottsdale Healthcare merupakan rumah sakit pertama di Arizona yang membeli da Vinci di tahun 2001. Kini, telah banyak rumah sakit yang menggunakan da Vinci. Harga robot tersebut berkisar US$1,5 juta-US$1,6 juta, tergantung model.
Dikutip detikINET dari Ktar, Selasa (23/9/2008), selama proses operasi, dokter bedah mengendalikan robot tersebut dari konsol. Ia melihat gambar organ yang dioperasi lewat kamera video yang dapat zoom in dan zoom out.
Dengan bantuan da Vinci, pasien diklaim dapat meninggalkan rumah sakit 48 jam setelah operasi dan pulih dalam tiga-empat minggu. Ini lebih cepat 50 persen daripada operasi biasa.
Ikuti kontes foto berhadiah ponsel Nokia dan BlackBerry di detikINET Forum
(faw/wsh)