Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Review iPhone Air: Skeptis di Awal, Jatuh Hati Setelah Dipakai

Review iPhone Air: Skeptis di Awal, Jatuh Hati Setelah Dipakai


Adi Fida Rahman - detikInet

iPhone Air
Review iPhone Air: Skeptis di Awal, Jatuh Hati Setelah Dipakai Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Apple menempatkan taruhan besar pada iPhone Air. Dirilis September lalu, ponsel ini datang membawa klaim yang terdengar hampir mustahil: iPhone tertipis sepanjang sejarah dengan ketebalan hanya 5,6 mm dan bobot 165 gram. Secara visual, iPhone Air memang langsung mencuri perhatian. Namun di balik desain ekstrem tersebut, muncul satu pertanyaan besar: apakah ponsel setipis ini bisa diandalkan untuk penggunaan sehari-hari?

Keraguan itu bukan tanpa alasan. Kapasitas baterai iPhone Air cuma 3.149 mAh. Angka ini terasa 'ngeri-ngeri sedap' jika dibandingkan dengan HP Android flagship yang rata-rata sudah bermain di angka 5.000 mAh atau lebih.

Ditambah lagi, Apple hanya membekali satu kamera belakang. Kombinasi ini membuat banyak tech enthusiast-termasuk kami di redaksi detikINET-bersikap skeptis sejak awal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Bahkan, laporan pasar sempat menyebut respons awal iPhone Air cenderung dingin. Rumor pun beredar bahwa Apple memangkas produksi dan menunda generasi penerusnya karena permintaan yang dianggap tidak sesuai ekspektasi. Bahkan di Indonesia harganya dipangkas Rp 3 jutaan setelah dua bulan rilis di pasaran Tanah Air.

Namun, pepatah "tak kenal maka tak sayang" benar adanya. Begitu menggenggamnya langsung, persepsi kami berubah total. Berikut review singkat pengalaman detikINET menggunakan HP ini sebagai daily driver.

Desain

iPhone AirKetebalan iPhone Air hanya 5,6 mm Foto: Adi Fida Rahman

Desain menjadi kekuatan utama iPhone Air. Dengan bobot hanya 165 gram, ponsel ini terasa jauh lebih ringan dibandingkan iPhone 17 Pro (206 gram) maupun iPhone 17 standar. Bagi kami yang sebelumnya menggunakan iPhone 16 Pro Maxmembuat jari kelingking kami 'bersorak gembira' karena tak perlu lagi menopang beban berlebih.

Beban berkurang signifikan, hingga beberapa kali kami refleks meraba saku celana karena mengira ponsel tertinggal. Padahal, iPhone Air ada di sana-terasa nyaris tanpa bobot. Sensasi "melayang" inilah yang membuat pengalaman menggenggamnya begitu adiktif.

Meski sangat tipis 5,6 mm, Apple mengklaim struktur rangka titanium Grade 5 memberikan kekuatan ekstra agar bodi tidak mudah bengkok. Bagian depan dilindungi Ceramic Shield 2 yang diklaim tiga kali lebih tahan gores, sementara bagian belakang menggunakan Ceramic Shield generasi sebelumnya yang empat kali lebih tahan retak.

iPhone AiriPhone Air Foto: Adi Fida Rahman

Menariknya, modul kamera yang dibuat sedikit menonjol justru memberikan efek positif. Saat diletakkan di atas meja, iPhone Air tidak bergoyang. Mengetik pesan sambil menaruh ponsel di meja kafe pun terasa stabil, tanpa wobble yang mengganggu.

Tombol Tindakan (Action Button) masih hadir di sisi kiri dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan. Meski bodinya ultra-tipis, Apple tetap menyematkan tombol Kontrol Kamera fisik untuk mengatur zoom, eksposur, dan gaya foto. iPhone Air juga mengantongi sertifikasi IP68, tahan air hingga kedalaman 6 meter selama 30 menit.

Layar dan Audio

iPhone Air Bentangan layar iPhone Air. Foto: Adi Fida Rahman

iPhone Air dibekali layar Super Retina XDR OLED 6,5 inci dengan resolusi 2736 x 1260 piksel (460 ppi). Dukungan ProMotion dengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz membuat scrolling terasa sangat mulus. Always-On Display dan Dynamic Island turut melengkapi pengalaman khas iPhone modern.

Kecerahan puncak layar mencapai 3.000 nit di luar ruangan-tertinggi di jajaran iPhone-dengan rasio kontras 2.000.000:1. Dukungan HDR, Dolby Vision, dan True Tone membuat konten video, termasuk Netflix, tampil memanjakan mata, apalagi dengan bezel yang sangat tipis.

Untuk audio, ada kompromi yang harus diterima. Demi desain ultra-tipis, iPhone Air hanya mengandalkan satu speaker utama di earpiece atas. Output suara bersifat mono, bukan stereo seperti model iPhone lain.

Saat kami tes dengar lagu-lagu hit, suara terdengar cukup jernih tapi kurang bertenaga di bass. Suara dari panggilan telepon dan video juga terasa kurang nendang saat load speaker diaktifkan, sehingga terkadang masih perlu mendekatkan ke telinga untuk mendengar lebih jelas.

Solusi praktisnya menggunakan AirPods. Selain memberikan kesan lebih impresif, kita pun dapat mengurangi suara bising sekitar. Atau dapat pula menggunakan TWS dari brand lain.

Kamera

iPhone AiriPhone Air hanya mengandalkan satu kamera belakang. Foto: Adi Fida Rahman

iPhone Air mengandalkan satu kamera belakang 48 MP Fusion Camera dengan bukaan f/1.6 dan sensor-shift OIS. Kamera ini mampu menghasilkan foto default 24 MP atau mode resolusi penuh 48 MP. Apple juga menyematkan optical-quality 2x zoom (52 mm) berbasis crop sensor, serta digital zoom hingga 10x.

Fitur fotografi khas Apple tetap lengkap, mulai dari Photonic Engine, Deep Fusion, Smart HDR 5, Night Mode, hingga Photographic Styles terbaru. Untuk video, iPhone Air sanggup merekam 4K Dolby Vision hingga 60 fps dengan Action Mode yang stabil.

Kamera depan 18 MP mendukung Center Stage, Dual Capture (rekam kamera depan dan belakang bersamaan), serta video 4K stabil. Hasil foto dan video secara keseluruhan sangat memuaskan: detail tajam, warna natural, dan performa low-light yang solid.

Namun, absennya lensa ultra-wide atau telephoto dedicated membuat fleksibilitas kamera iPhone Air berada di bawah iPhone 17 Pro. Ini menjadi catatan penting bagi pengguna yang sering memotret landscape atau grup besar.

Berikut contoh hasil jepretan iPhone Air:

iPhone AiriPhone Air Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
iPhone AiriPhone Air Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
iPhone AiriPhone Air Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
iPhone AiriPhone Air 1x vs 2x Foto: Aid Fida Rahman/detikINET

iPhone AiriPhone Air Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

iPhone AiriPhone Air Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

iPhone AiriPhone Air Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

iPhone AiriPhone Air Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Performa

iPhone Air iPhone Air. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Di sektor performa, iPhone Air ditenagai chip A19 Pro berbasis fabrikasi 3 nm. Chip ini memiliki CPU 6-core, GPU 5-core dengan dukungan ray tracing, serta Neural Engine 16-core untuk kebutuhan AI. RAM 12 GB dan opsi penyimpanan hingga 1 TB memastikan multitasking berjalan lancar.

Dalam penggunaan harian, performanya terasa sangat responsif. Membuka banyak aplikasi, berpindah antar-task, hingga editing video 4K di CapCut berjalan tanpa hambatan.

Kami juga mencoba game berat seperti Delta Force di pengaturan grafis maksimal, dan iPhone Air mampu mempertahankan frame rate stabil tanpa panas berlebih. Saat dibenchmark hasilnya pun sejalan:

  • Antutu: 1.941.329
  • Geekbench Single Core: 3.576
  • Geekbench Multi Core: 9.110

Apple juga menyematkan modem C1X buatan sendiri, yang membuat koneksi 5G lebih efisien. Dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6 semakin memperkuat konektivitas dengan latensi rendah.

Baterai

Inilah bagian yang paling mengejutkan. Meski hanya dibekali baterai 3.149 mAh-terkecil di jajaran iPhone 2025-daya tahannya jauh melampaui ekspektasi. Kombinasi chip A19 Pro yang efisien dan optimalisasi iOS 26 terbukti bekerja efektif.

Apple mengklaim iPhone Air mampu bertahan hingga 27 jam pemutaran video lokal atau 22 jam streaming video. Dalam penggunaan nyata, kami memulai hari pukul 09.00 dengan baterai penuh dan masih menyisakan 25-30 persen pada pukul 22.00, dengan aktivitas mencakup browsing, media sosial, chat, email, dan streaming musik.

Saat dipaksa bekerja berat-seperti merekam video 4K panjang atau editing intensif-baterai memang lebih cepat terkuras. Namun ini masih tergolong wajar. Yang mengejutkan, sesi gaming berat selama 15-20 menit hanya menguras sekitar 20 persen baterai, dengan suhu perangkat tetap adem.

iPhone Air Battery MagSafeiPhone Air Battery MagSafe Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
iPhone Air Battery MagSafeiPhone Air Battery MagSafe Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Untuk membantu memperpanjang nafas iPhoen Air, Apple merilis MagSafe Battery. Ini powerbank paling tipis yang pernah raksasa teknologi asal Cupertino itu rilis.

Desainnya mengikuti bentuk unik iPhone Air - magnetnya ditempatkan pas di bawah camera plateau, jadi pas banget nempel tanpa mengganggu grip atau estetika. Material soft-touch-nya premium, terasa nyaman di tangan, dan warnanya putih klasik Apple.

Apple klaim resmi: tambah hingga 65% charge tambahan ke iPhone Air, bahkan bisa naikkan video playback dari 27 jam jadi sekitar 40 jam. Pengujian detikINET, dari 0% bisa charge iPhone Air sampai 65-68% sebelum pack habis. Saat diisi ulang, powerbank ini dapat penuh dalam waktu 1,5 jam.

Opini detikINET

iPhone AiriPhone Air Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

iPhone Air membuktikan bahwa angka di atas kertas tidak selalu mencerminkan pengalaman nyata. Awalnya diragukan karena baterai kecil dan kamera tunggal, ponsel ini justru tampil sebagai iPhone paling nyaman untuk digunakan sehari-hari. Desain tipis dan ringan berpadu dengan performa kencang serta daya tahan baterai yang solid.

iPhone Air mungkin bukan pilihan terbaik bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas kamera maksimal. Namun bagi mereka yang mengutamakan kenyamanan, desain premium, dan performa stabil dalam bodi super-tipis, iPhone Air layak disebut sebagai salah satu kejutan terbesar Apple tahun ini.




(afr/afr)







Hide Ads