Kamis, 04 Apr 2019 19:33 WIB

Review

Huawei P30: Tanpa Embel-embel 'Pro', Seberapa Jago?

Kris Fathoni W - detikInet
Review Huawei P30. (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET) Review Huawei P30. (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET)
Jakarta - Huawei P30 lahir berbarengan dengan P30 Pro. Lantas apakah P30 yang tanpa Pro itu berada di bawah bayang-bayang saudaranya? Begini pengalaman menggunakan P30 selama sepekan.

Sulit membahas P30 tanpa melepaskannya dari eksistensi P30 Pro. Keduanya bukan cuma lahir bersamaan, peminat seri P30 juga mesti mempertimbangkan benar mana yang cocok di antara keduanya.

Baik P30 maupun P30 Pro sudah dirilis di Paris, Prancis pada akhir Maret lalu dan bakal tersedia di pasaran Indonesia pada bulan ini. Tanpa perlu basa-basi lagi, berikut pengalaman detikINET memakai Huawei P30 sejak pekan lalu.

Desain dan display

Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

P30, dengan dimensi 149.1 x 71.4 x 7.6 mm, memiliki wujud yang cukup nyaman digenggam dengan satu tangan lewat ukuran fisik yang juga sedikit lebih kecil ketimbang P30. Memiliki bobot 165 gram, entah kenapa P30 sedikit terasa berat di tangan. Ya, tidak berat-berat amat juga sih dan ini malah bisa jadi nilai lebih buat pengguna yang tak mau ponselnya kelewat enteng sehingga tak "terasa" di tangan.

Warna unit P30 yang diterima oleh detikINET adalah "Breathing Crystal". Cukup kinclong dan trendy, walaupun mungkin takkan jadi favorit penyuka warna-warna konvensional. Bagusnya dari "Breathing Crystal" ini adalah, bercak sidik jari jadi tak terlalu kentara. Huawei Indonesia sendiri baru memunculkan satu warna itu di dalam situs resminya.




Mencermati bagian belakang, "Breathing Crystal" benar-benar pamer aksi untuk mencuri perhatian. Apalagi ketika ada sorotan cahaya yang menerpa. Di bagian ini pula nampang tiga kamera utama: 40MP (wide) + 16MP (ultra wide) + 8MP (telephoto). Wujud ketiganya cukup menonjol, maka ketika P30 diletakkan di bidang datar bagian itulah yang paling pertama akan kena permukaan. Akibat tonjolan di satu sisi itu pula P30 terasa "tidak bisa diam" saat tersenggol, walaupun sudah diletakkan di bidang datar. Ini sebenarnya dengan mudah bisa disiasati dengan menggunakan case, seperti jelly case yang juga kami dapatkan bersama unit review.

Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Foto: Kris/detikINET

Membalikkan ponsel ini, P30 pun memperlihatkan tampak depannya. Ada notch waterdrop mungil di bagian atas layar OLED berukuran 6,1 inch yang punya resolusi 1080 x 2340 pixels (FHD+) dengan rasio 19,5:9. Notch itu merupakan tempat bersemayamnya kamera depan 32 MP, f/2.0 aperture -- sama persis dengan yang dimiliki oleh P30 Pro.

Bagian layar juga menjadi tempat Huawei menempatkan pemindai sidik jari di P30. Pemindai dalam layar ini berfungsi dengan mulus dan gegas saat digunakan membuka kunci layar, bahkan saat proses penekanan dilakukan jari pada beberapa posisi berbeda.

Masih menyoal layar, P30 punya bidang datar alias flat. Berbeda dengan P30 Pro yang punya layar melengkung di bagian pinggir. Ini bisa jadi plus-minus buat P30; layar flat jelas membuat pengguna bisa lebih fleksibel dalam mencari tempered glass (dan seringkali juga berkaitan dengan pemilihan case pelindung), tapi bisa jadi pula terasa "datar-datar saja" alias kurang atraktif buat sebagian user lainnya.

Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Foto: Kris F/detikINET

Display pada P30 ini sendiri mampu menghadirkan warna yang terasa oke di mata. Kontrasnya pun apik, baik dalam menampilkan hasil foto yang diambil oleh ponsel ini maupun gambar lain di smartphone tersebut.

Beralih ke bagian samping bodi, terlihat tombol volume dan power yang disusun berderet dari bagian atas. Tombol power ini sendiri bukan cuma bisa dipakai untuk melakukan reset dan mematikan/menyalakan unit, melainkan juga bisa diatur untuk membuka Google Assistant. Caranya: Settings > Smart assistance > Google Assistant. Jika opsi di situ diaktifkan, menahan tombol power 1 detik akan memunculkan Google Assistant sedangkan menahan lebih lanjut sampai 3 detik akan memperlihatkan opsi reset dan power off. Di bagian sisi lainnya terdapat akses tray dual SIM berukuran nano.




Melongok ke bagian bagian bawah bodi P30, di bagian tengah ada port USB C yang diapit oleh grill speaker di satu sisi, sedangkan sisi lainnya memunculkan lubang colokan jack headphone 3,5 mm. Keberadaan jack headphone 3,5 mm ini menjadi salah satu pembeda lainnya antara P30 dengan P30 Pro, bahkan juga dengan seri pendahulunya pada tahun lalu.

Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Oya, masih bicara soal perbedaan, satu hal yang disayangkan dari P30 ini adalah sertifikat IP53. Hal itu bikin P30 masih ada di bawah P30 Pro dan flagship-flagship lain yang umumnya sudah punya sertifikat IP68. Dengan kata lain, sertifikat itu membuat daya tahan P30 terhadap air dan debu masih kalah dibandingkan "saudara"-nya.

Performa

P30 menggunakan Kirin 980 (pabrikasi 7 nm) Octa-core dengan GPU Mali G76 MP10, sama persis dengan P30 Pro. Unit yang diterima detikINET memiliki RAM 8GB dengan memory internal 128GB.

Pada dasarnya P30 menyediakan slot memory eksternal sampai 256GB. Tapi patut diingat yang dipakai bukanlah kartu MicroSD yang lazim dipakai di smartphone lain melainkan proprietary Huawei yang punya sebutan Nano Memory (NM).

Seperti sudah disinggung di atas, ketika tray dual sim dibuka yang tampak adalah keberadaan slot SIM 1 dan SIM 2 dengan ukuran fisik yang identik, alias sama-sama berukuran nano. Buat yang ingin menambah kapasitas dengan kartu memory eksternal, siapkan dana lebih. Untuk saat ini NM punya harga lebih mahal ketimbang MicroSD.

Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Foto: Kris F/detikINET

Huawei membekali P30 dengan antarmukanya sendiri, EMUI (Emotion UI) 9.1, yang berjalan pada Android 9.0 (Pie). EMUI sendiri punya "rasa" cukup berbeda dengan UI pada smartphone populer lain. Jika pun awalnya terasa sedikit gamang, pada prosesnya EMUI memunculkan dirinya sebagai UI yang dapat diterima setelah menghabiskan beberapa waktu bersamanya.

Nah, salah satu hal yang awalnya mungkin berpotensi bikin pengguna Android canggung adalah gaya default launcher EMUI yang meletakkan seluruh ikon aplikasi di sejumlah home screen, ala iOS di iPhone. Begini cara mengubahnya ke model app tray sebagaimana biasa digunakan ponsel Android: Settings > Home screen & wallpaper > Home screen style > centang di bagian Drawer.

Dalam penggunaan sehari-hari, selama sekitar satu pekan pengujian, P30 berjalan sangat lancar dan mulus. Pengoperasian multitasking seperti membuka 10 aplikasi bersamaan, termasuk Firefox dengan lebih dari 20 tab aktif, sama sekali tak ada kendala.

Berikut hasil pengujian sintetis (benchmark) dari P30, dengan menggunakan mode performance:

Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Foto: Hasil benchmark P30 di Antutu
Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Foto: Hasil benchmark P30 di AItutu
Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Foto: Hasil benchmark P30 di Work 2.0 PCMark for Android.

Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Foto: Hasil benchmark P30 di 3DMark
Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Foto: Hasil benchmark P30 di Geekbench

Kamera

Sektor kamera adalah salah satu yang digadang-gadang Huawei, yang disokong Leica, sebagai keunggulan utama P30. "Menulis ulang aturan fotografi", demikian kampanye Huawei untuk P30 dan P30 Pro.

Salah satu usaha Huawei terkait hal itu adalah "menulis ulang" cara kerja kamera utama: alih-alih menangkap warna RGB (red, green, blue) sebagaimana lazimnya kamera, yang dilihat P30 dan P30 Pro adalah RYYB (red, yellow, yellow, blue). Hal itu memungkinkan hasil jepretan kaya warna dan, secara khusus, cahaya masuk lebih banyak -- diklaim 40 persen lebih banyak dibandingkan seri P20.

Tiga kamera utama pada P30 sendiri masing-masing punya kemampuan 40MP (Wide Angle, f/1.8 aperture), 16MP (Ultra Wide Angle, f/2.2 aperture), dan 8MP (Telephoto, f/2.4 aperture, OIS). P30 punya kemampuan 3x optical zoom dan 30x digital zoom (dibandingkan 5x optical zoom dan 50x digital zoom ada P30 Pro). Sedangkan tingkat ISO maksimum P30 adalah 204.800 alias separuhnya P30 Pro.

Di atas kertas, artinya, P30 punya kemampuan bukan cuma mengambil gambar pada kondisi minim cahaya melainkan juga punya kemampuan zoom yang terbilang oke -- walaupun masih kalah cukup jauh dibandingkan P30 Pro. Bagaimana pada kenyataannya?

Dari hasil pengujian sejauh ini, spesifikasi fotografi P30 terlihat bukan sekadar klaim di atas kertas. Dalam beragam kondisi, hasil jepretan yang dihasilkan cukup mengesankan -- bahkan tanpa perlu masuk ke mode Pro. Kemampuan zoom-nya juga tak kalah oke dalam menghasilkan detil. Tentu itu pun dengan catatan tak nge-zoom sampai berlebihan -- skenario itu juga tak mudah praktiknya karena tangan tak boleh bergerak-gerak sebagaimana ketika memotret dengan lensa tele, terkecuali tatkala menggunakan alat bantu. Sedangkan Night Mode untuk foto minim cahaya, atau bahkan nyaris gelap gulita, juga mampu menghasilkan jepretan jempolan walaupun itu harus pula disertai dengan menahan smartphone tanpa bergerak selama 5-8 detik -- dari pengujian, kadar kondisi cahaya juga berdampak ke durasi ini.




Fungsi AI pada kamera Huawei P30 ini juga tampak sigap mengenali objek pada sejumlah skenario. Pada beberapa situasi pengambilan foto, AI di P30 terlihat langsung menyesuaikan dengan sejumlah hal, di antaranya mode dan pengaturan tertentu, termasuk efek bokeh natural.

Sementara kamera depannya, 32MP, lebih dari mampu menghasilkan jepretan selfie yang bagus. Opsi mempercantik diri, sebagaimana halnya kamera depan smartphone zaman now, juga tidak absen kendatipun hasil jepretannya pada beragam situasi tampak natural dan tak lebay.

Berikut hasil foto P30:
Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Mode Photo by default (Foto: Kris F/detikINET)
Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Night mode aktif. (Foto: Kris F/detikINET)
Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Mode foto by default dari jarak sekitar 10 meter. (Foto: Kris F/detikINET)
Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Zoom dari jarak yang sama. (Foto: Kris F/detikINET)
Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Kondisi gelap gulita: Mode foto by default (kiri); Night mode (tengah); Mode foto biasa dengan flash (kanan). (Foto: Kris F/detikINET)
Huawei P30: Tanpa Embel-embel 'Pro', Seberapa Jago?Foto lengkap night mode P30 dalam komparasi di atas, pada kondisi gelap gulita. (Foto: Kris F/detikINET)


Selain itu, pengambilan video menggunakan P30 juga berjalan mulus dengan rangkaian gambar berkelebatan secara stabil. Jika pun ada sesuatu yang sedikit terasa mengganjal adalah video 4K di P30 tampaknya masih cuma tersedia pada 30fps (UHD, 3.840x2160), dengan opsi 60fps hanya terlihat pada resolusi di bawahnya. Sebenarnya tak terlalu berpengaruh di mata, apalagi recording 4K bukanlah sesuatu yang diperlukan banyak pengguna pada umumnya, tapi tetap mengganjal karena adanya ponsel-ponsel rival yang sudah mendukung video 4K 60fps.

Baterai

P30 disokong baterai dengan daya 3.650mAh, berbeda dengan baterai 4.200mAh milik "saudara"-nya yang Pro. P30 juga harus puas dengan pengisian cepat "Huawei SuperCharge" sampai 22,5W, alias malah kalah super dari pengisian cepat 40W pada P30 Pro. Selain itu P30 juga harus rela tidak kebagian fitur lain seperti pengisian cepat nirkabel 15W dan reverse charging nirkabel.

Dengan kapasitas baterai yang dimiliki, P30 masih cukup mampu bertahan seharian. Ini tidak lepas pula dari antarmuka EMUI yang memang dikenal cukup irit konsumsi daya, selain juga adanya fitur mode tambahan yang memungkinkan habis-habisan menghemat baterai.

Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Foto: dok. detikINET

Lewat pengisian cepat dengan menggunakan colokan bawaan (5V/2A, 4,5V/5A, 5V/4,5A), Huawei mengklaim daya baterai pada P30 mampu dicas sampai 60% dalam periode 30 menit. Dari pengujian yang dilakukan, informasi "Super Charging" (daya maksimal) juga baru akan muncul dalam kombinasi charger dan kabel bawaan Huawei. Saat memakai charger bawaan dengan kabel lain, yang muncul adalah informasi "Quick Charging".

Berikut hasil benchmark baterai P30:

Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Foto: benchmark baterai P30 di Geekbench.


Kesimpulan

Huawei P30 bukanlah "saudara"-nya yang punya ekstensi "Pro". Karena itu pula P30 harus "mengalah" pada sejumlah hal dibandingkan dengan P30 Pro, termasuk pada aspek fotografi. Pun demikian, P30 tetap terbilang jago foto-foto dalam sejumlah skenario.

Kehadiran jack headphone 3.5mm, bentuk yang lebih mungil, dan harga lebih "ramah" boleh jadi membuat P30 layak dilirik ketimbang P30 Pro. Jika menggemari layar yang flat, P30 kian jadi pilihan lebih menarik.


Review Huawei P30: Tanpa 'Pro', Seberapa Jago?Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Tiga kamera utama yang diusung P30 juga pada dasarnya sangat andal dan amat siap diadu dengan hasil jepretan smartphone flagship merek-merek lain, walaupun tetap berada pada level di bawah P30 Pro.

Di sisi lain patut diingat pula bahwa P30 belum mendukung kemampuan isi daya nirkabel dan baru punya sertifikat IP53. Kartu memory eksternal tipe Nano Memory, yang punya banderol harga lebih mahal dibandingkan MicroSD biasa, setidaknya untuk saat ini, juga harus diingat sebagai kriteria dalam memilih.

Satu hal yang pasti, P30 tetap sangat memikat buat para penikmat fotografi mobile karena jago dalam urusan menjepret foto. P30 pun bakal menjadi pesaing serius sejumlah ponsel lain, yang menawarkan keunggulan serupa pada kisaran harga yang sama.

(krs/afr)