Sisi Gelap Wisata Luar Angkasa: Bikin Rusak Lingkungan

Sisi Gelap Wisata Luar Angkasa: Bikin Rusak Lingkungan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 28 Jul 2021 11:00 WIB
In this photo provided by Virgin Galactic, Richard Branson, bottom center, and his crew members experience zero gravity aboard his winged rocket ship on Sunday, July 11, 2021. Branson and five crewmates from his Virgin Galactic space-tourism company reached an altitude of about 53 miles (88 kilometers) over the New Mexico desert — enough to experience three to four minutes of weightlessness and see the curvature of the Earth.   (Virgin Galactic via AP)
Foto: Virgin Galactic via AP
Jakarta -

Wisata luar angkasa kian nyata, usai Virgin Galactic dan Blue Origin sukses dalam peluncuran misi berawak. Namun di balik semua itu, wisata luar angkasa bisa bikin rusak iklim di Bumi.

Saat ini memang belum banyak, tetapi dengan keberhasilan pengujian yang dilakukan Virgin Galactic dan Blue Origin akan membuka pintu dengan jumlah penerbangan dan peluncuran ke antariksa terjadi dilakukan secara masif.

Ilmuwan mengatakan mesin hibrida yang dipakai perusahaan besutan Richard Branson misalnya, bisa berdampak buruk pada lingkungan.

Untuk membawa manusia ke lapisan suborbital, mereka akan menggunakan pesawat VSS Unity yang diangkut oleh SpaceShipTwo. Nah, pesawat ini ditenagai mesin hibrida yang membakar karet dan meninggalkan awan jelaga.

Sebagai informasi, jelaga adalah butiran-butiran arang yang halus dan lunak yang terjadi dari asap dan sebagainya berwarna hitam. Butiran jelaga ini yang bertanggungjawab atas 20% pemanasan global di Bumi.

"Mesin hibrida dapat menggunakan berbagai jenis bahan bakar, tetapi mereka selalu menghasilkan banyak jelaga. Mesin ini bekerja seperti lilin, proses pembakarannya pun menciptakan jelaga," kata Profesor Teknik Kerdirgantaraan di Politecnico Milano, Filippo Maggi dikutip dari Space, Rabu (28/7/2021).

Menurut Dallas Kasaboski, Analis Utama Konsultan Ruang Angkasa dari Northern Sky Research, satu kali penerbangan Virgin Galactic tersebut berlangsung sekitar satu setengah jam. Itu dapat menghasilkan polusi sebanyak penerbangan trans Atlantik selama 10 jam.

"Bahkan, jika pasar wisata luar angkasa diluncurkan di sebagian kecil dari jumlah peluncuran dibandingkan dengan industri lainnya, masing-masing penerbangan memiilki kontribusi yang jauh lebih tinggi dan itu bisa menjadi masalah," ucapnya.

Tentunya, Virgin Galactic bukan satu-satunya masalah. Sebab, semua roket yang membakar bahan bakar hidrokarbon menghasilkan jelaga, termasuk mesin pendiri pesawat ulak-alik NASA dahulu.

Mengenang pesawat ulang alik ColumbiaMengenang pesawat ulang alik Columbia Foto: Getty Images

Blue Origin juga bukan tanpa persoalan. Roket New Shepard yang membawa manusia ke antariksa menggunakan mesin BE-3 yang menggabungkan hidrogen cair dan oksigen cair untuk menciptakan daya dorong. Meski bukan pencemar besar dibandingkan roket lainnya.

Ilmuwan Senior dari Chemical Sciences Laboratory di US National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Karen Rosenlof, masalah terbesar adalah roket mencemari lapisan atmosfer yang lebih tinggi, yakni di stratosfer yang dimulai di ketinggian 10 km.

"Anda memancarkan polutan di tempat-tempat di mana Anda bisanya tidak memancarkannnya," ungkapnya.



Simak Video "Virgin Galactic Bagikan 2 Tiket Gratis Nikmati Wisata Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)