Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
News From Blog
Konsep VPN Edukasi Nasional
News From Blog

Konsep VPN Edukasi Nasional


- detikInet

Jakarta - Konsep VPN NasionalJawaban seorang Dirgayuza Setiawan terhadap rencana pemerintah menginternetkan 50 persen SMA di Indonesia.PendahuluanRencana pemerintah RI untuk menginternetkan 50 persen SMA di Indonesia sangatlah abstrak. Tidak diberitahukan bagaimana cara pemerintah dapat memberikan akses internet ke 50 persen SMA di Indonesia. Peruntukan akses internet tersebut juga dipertanyakan. Kebijakan yang jelas dapat mengarahkan penggunaan fasilitas ini menjadi tidak efektif dan disalahgunakan.Sebuah perencanaan VPN yang baik akan meminimalisir cost untuk membangun sebuah infrastruktur internet untuk kepentingan edukasi nasional, dan melancarkan distribusi content ke seluruh SMA di Indonesia.Konsep DasarGoogle.com sudah menggunakan sistim cache (salinan) dan robot untuk meng-index hampir seluruh halaman di internet sejak lama. Oleh sebab itu, pengguna Google dapat dengan mudah melihat salinan website yang dikunjungi robot Google. Salinan website tersebut tersimpan di dalam data server Google.com. Bila cara ini digunakan oleh Diknas untuk menyalin content yang diperlukan untuk kepentingan edukasi, akan sangat dapat meminimalisir biaya jaringan oleh karena akan sangat sedikit bandwidth keluar ke luar negri, dan sirkulasi data akan terjadi di dalam negri.Mekanisme KonsepClient di masing-masing SMA menulis alamat URL yang dituju di browser. URL yang dituju akan dibaca oleh DNS Server Pemda lokal.Bila URL tercakup dalam daftar URL yang sudah tersalin oleh Data Center, client akan diarahkan untuk melihat salinan isi URL tersebut yang terdapat di Server Data Pemda lokal. Bila URL tidak tercakup ke daftar URL yang sudah tersalin oleh Data Center, client akan diarahkan untuk mengiisi sebuah form ditujukan kepada administrator nasional mengapa URL tersebut perlu disalin contentnya. Bila disetujui, content URL tersebut akan masuk daftar robot Data Center untuk disalin oleh Datar Center Pusat (dengan jadwal perminggu untuk data baku seperti ensiklopedi, situs pembelajaran, jadwal perhari untuk situs yang dikelola Diknas, jadwal perjam untuk situs berita).Distribusi data dari client SMA ke Server Data Pemda dapat dilakukan dengan berbagai alternatif VPN. Dengan begitu, client SMA hanya mengenal DNS Server Pemda, Server Data Pemda dan Router Pemda. Isolasi jaringan ini akan meminimalisir biaya koneksi, oleh sebab jaraknya yang relatif singkat. Pemerintah dapat membuat sebuah jaringan WiFi yang berpusat di kantor Pemda / Diknas setempat, bekerjasama dengan penyedia layanan komunikasi fixed atau wired untuk koneksi lokal ke Server Pemda.Sedangkan, koneksi dari Server Data Pemda ke Data Center Pusat juga menggunakan VPN. Server Data Pemda adalah mirror dari salinan web yang ada di Data Center Pusat. Oleh sebab itu, koneksi dan bandwidth yang dibutuhkan adalah hanya pada saat content di Server Data Pemda perlu di update. Pengembangan KonsepOleh sebab sistim ini bekerja di dalam sebuah jaringan terisolasi, kecuali koneksi dari Data Center Pusat ke jaringan internet, terdapat peluang besar untuk memanfaatkan sistim pendistribusian data yang ada.1. Sistim email lokal2. Sistim pesan instan lokal e. Jabber3. On demand Education TV / IPTV4. Bank Data Soal Nasional5. Bank PDF Buku Pelajaran Nasional6. Sistim pengumuman Nasional7. Dll.Penggunaan Infrastruktur EksistingSistim VPN Edukasi Nasional tidak perlu dibangun dari awal lagi. Ada banyak infrastruktur yang sudah terjadi yang dapat membantu pengembangan Sistim VPN Edukasi Nasional. Contoh salah satu infrastruktur yang sudah jadi secara nasional adalah jaringan IT KPU. Contoh penyedia content IPTV adalah http://tv.ictcentre.net yang merupakan upaya saudara Bona Simanjuntak. Beliau juga sudah menjalankan sebuah sistim distribusi internet berbagi via WiFi untuk SMK di DKI Jakarta.PenutupDemikian konsep yang saya kembangkan. Bila saya ada kesalahan, kritik dan saran bisa dilayangkan ke email saya yuza@dirgayuza.com. Adalah dasar keinginan saya untuk memajukan ICT di Indonesia, membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, dan membantu pemerintah Indonesia menciptakan sebuah sistim edukasi yang bisa menjadi acuan untuk pemerintah lain di seluruh dunia.Salam ICT,Dirgayuza Setiawan."Artikel diambil dari blog Dirgayuza, atas persetujuan pengelolanya. Judul artikel bisa disesuaikan, tanpa mengubah/mengurangi makna" (wsh/)





Hide Ads