Efisiensi, Google Gabungkan Tim Maps dan Waze

Efisiensi, Google Gabungkan Tim Maps dan Waze

ADVERTISEMENT

Efisiensi, Google Gabungkan Tim Maps dan Waze

Anggoro Suryo - detikInet
Senin, 12 Des 2022 09:45 WIB
FAIRFAX, CA - DECEMBER 13:  The Google Maps app is seen on an Apple iPhone 4S on December 13, 2012 in Fairfax, California. Three months after Apple removed the popular Google Maps from its operating system to replace it with its own mapping software, a Google Maps app has been added to the iTunes store. Apple Maps were widely panned in tech reviews and among customers, the fallout resulting in the dismissal of the top executive in charge of Apples mobile operating system. (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Foto: GettyImages
Jakarta -

Google melakukan efisiensi dengan menggabungkan divisi yang mengurus Waze dan Maps, dua layanan navigasi peta digital miliknya.

Dengan merger ini, Google berharap tidak ada duplikasi pekerjaan dari kedua produk ini. Meski begitu, Google bakal tetap memisahkan aplikasi Waze dan Maps, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Senin (12/12/2022).

"Google tetap berkomitmen sangat besar terhadap brand Waze yang unik, termasuk aplikasi yang banyak disukai serta komunitas berisi relawan dan pengguna yang terus berkembang pesat," kata juru bicara Google.

Selama masa transisi menuju merger, CEO Waze Neha Parikh akan mengundurkan diri, namun kabarnya tak ada PHK dalam merger ini. Mulai Jumat, tim Waze yang berisi 500 orang akan bergabung ke divisi Google Geo yang membawahi Maps, Earth, dan Street View.

Sejak diakuisisi Google senilai USD 1,1 miliar pada 2013, Waze dan Maps sudah sering bertukar fitur. Termasuk data lalu lintas Waze yang dimunculkan di Maps, tak lama setelah akuisisi itu tersebut. Baru setelahnya data seperti batas kecepatan, lokasi radar, dan fitur lain Waze ikut diboyong ke Maps. Sebaliknya, Waze juga mendapat keuntungan dari mesin pencari Google.

Akuisisi tersebut sempat memunculkan tudingan monopoli, yang membuat FTC turun tangan dan melakukan penyelidikan. Namun Google -- saat itu -- memastikan kalau Waze akan tetap menjadi unit yang terpisah.

Saat ini Waze sudah sembilan tahun diakuisisi oleh Google, namun menurut mantan CEO Waze Noam Bardin, Waze tak benar-benar independen dari Google, meski aplikasinya terpisah dari Maps.

"Semua pertumbuhan Waze setelah diakuisisi berasal dari kerja keras kami, bukan dari dukungan dari induk (Google). Jika dilihat ke belakang, mungkin kami bisa tumbuh lebih cepat dan lebih efisien jika kami tetap independen," tulis Bardin dalam postingannya di LinkedIn tahun 2021 lalu.

Dari segi pengguna, Waze masih kalah jauh dibanding Maps. 151 juta berbanding 1 miliar pengguna aktif. Hanya saja, Waze tetap menjadi aplikasi navigasi yang sangat populer, terutama karena datanya yang berasal dari crowdsource, di mana pengguna bisa dengan mudah melaporkan kondisi lalu lintas, termasuk keberadaan polisi, kecelakaan, dan lain sebagainya. Sebenarnya Maps juga punya fitur laporan, namun fiturnya tak terlalu populer seperti Waze.

Soal efisiensi, CEO Google Sundar Pichai sudah mengakui pada September lalu kalau ia akan melakukan efisiensi sebesar 20% di Google karena pemasukan iklan yang menurun. Menurutnya, efisiensi itu bisa dicapai dengan PHK dan menggabungkan beberapa produk menjadi satu.

(asj/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT