Fitur Baru Twitter Bisa Blokir Ujaran Kebencian Secara Otomatis

Fitur Baru Twitter Bisa Blokir Ujaran Kebencian Secara Otomatis

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 03 Sep 2021 22:36 WIB
Twitter uji coba fitur Safety Mode
Fitur Baru Twitter Bisa Blokir Ujaran Kebencian Secara Otomatis (Foto: dok. Twitter)
Jakarta -

Twitter menguji coba fitur keamanan baru bernama Safety Mode. Fitur ini bisa dimanfaatkan pengguna untuk memblokir akun yang mengirimkan pelecehan dan ujaran kebencian secara otomatis.

Begitu fitur ini diaktifkan oleh pengguna, sistem Twitter akan memblokir akun secara otomatis selama tujuh hari jika ketahuan mengirimkan cuitan berisi ujaran kebencian atau mengirimkan balasan yang berulang-ulang.

"Ketika fitur ini diaktifkan di Settings, sistem kami kan menilai kemungkinan engagement negatif dengan mempertimbangkan konten Tweet dan hubungan antara penulis Tweet dan akun yang membalas," kata Senior Product Manager Twitter Jarrod Doherty dalam blog Twitter, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (3/9/2021).

"Teknologi kami akan mempertimbangkan hubungan yang sudah ada, jadi akun yang kalian ikuti atau sering berinteraksi tidak akan diblokir secara otomatis," sambungnya.

Saat ini fitur Safety Mode masih diuji coba secara terbatas melibatkan 'feedback group' di iOS, Android, dan Twitter.com. Uji coba ini mengutamakan akun jurnalis perempuan dan anggota kelompok marjinal, tapi akan diperluas dalam beberapa bulan ke depan.

Akun yang sudah diblokir secara otomatis tidak akan bisa mengikuti akun pengguna yang memblokir, melihat cuitan, atau mengirimkan direct message selama satu minggu. Tapi jika sistem Twitter melakukan kesalahan dan memblokir akun yang tidak bermasalah, pengguna bisa mencabut blokirnya kapan saja lewat pengaturan.

"Kami juga akan secara teratur mengawasi akurasi sistem safety mode kami untuk meningkatkan kemampuan deteksi kami," jelas Jarrod.

Twitter pertama kali memamerkan Safety Mode pada bulan Februari, tapi saat itu mereka tidak mengungkap kapan fitur ini akan diluncurkan. Fitur ini akan melengkapi fitur keamanan Twitter lainnya seperti menyembunyikan balasan, membatasi akun yang boleh membalas cuitan, dan mengeluarkan peringatan jika pengguna berencana mengirimkan cuitan yang berpotensi melecehkan.

Meski telah mengenalkan deretan fitur keamanan, pelecehan dan ujaran kebencian masih menjadi masalah besar bagi Twitter. Seperti kasus komentar rasis yang diterima oleh tiga pemain kulit hitam tim nasional Inggris setelah kalah di final Piala Euro 2020.



Simak Video "Twitter Ganti Font Baru untuk Pengguna iOS dan Web"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)