ByteDance dan Tencent Cari Cara Terobos Aturan Apple

ByteDance dan Tencent Cari Cara Terobos Aturan Apple

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 17 Mar 2021 14:08 WIB
Apple Store
ByteDance dan Tencent Cari Cara Terobos Aturan Apple (Foto: Reuters/Stephen Lam)
Jakarta -

Sejumlah raksasa teknologi China, termasuk ByteDance dan Tencent, sedang menguji alat khusus untuk bisa menerobos aturan privasi baru Apple.

Dikutip dari Financial Times, Rabu (17/3/2021) Apple diperkirakan akan memperbarui smartphonenya dalam beberapa minggu mendatang, sehingga aplikasi App Store yang ingin mengumpulkan data pelacakan harus meminta izin pengguna.

Sejauh ini, semua aplikasi dapat menggunakan sistem IDFA Apple untuk bisa melihat kapan pengguna mengklik iklan dan aplikasi mana yang mereka unduh. Perubahan privasi ini kemungkinan bernilai miliaran dolar bagi industri periklanan online, dan menimbulkan kontroversi karena sebagian besar pengguna diperkirakan akan menolak untuk dilacak.

Menanggapi hal ini, Asosiasi Periklanan China yang didukung pemerintah, telah meluncurkan cara baru untuk melacak dan mengidentifikasi pengguna iPhone yang disebut CAID. Alat ini sedang diuji secara luas oleh perusahaan teknologi dan pengiklan di negara tersebut.

ByteDance, pemilik aplikasi TikTok, merujuk CAID dalam 11 halaman panduan untuk pengembang aplikasi dan menyarankan bahwa pengiklan dapat menggunakan CAID sebagai pengganti jika IDFA Apple tidak tersedia.

Sejumlah upaya sedang dilakukan China untuk menyiasati aturan Apple, tetapi CAID adalah tantangan terbesar bagi mereka. Apple sendiri menolak berkomentar secara langsung.

"Persyaratan dan pedoman App Store berlaku sama untuk semua developer di seluruh dunia. Kami meyakini bahwa pengguna harus dimintai izin sebelum dilacak. Aplikasi yang ditemukan mengabaikan pilihan pengguna untuk memberikan izin akan ditolak," demikian pernyataan Apple.

Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan Apple akan dapat mendeteksi aplikasi mana yang menggunakan CAID dan memblokirnya dari App Store di China, jika mereka menginginkannya.

Rich Bishop, kepala eksekutif AppInChina, penerbit software internasional terkemuka di China, memprediksi Apple mungkin membuat pengecualian untuk China, karena di negara tersebut, perusahaan teknologi dan pemerintah sangat dekat.

Saat ini, CAID sedang dalam fase demo gratis untuk perusahaan terpilih di China. Seorang sumber yang diberi pengarahan tentang masalah ini mengatakan, Apple sudah mengetahui keberadaan alat tersebut dan tampaknya sejauh ini menutup mata terhadap penggunaannya.



Simak Video "Apple Perkenalkan AirTag, Perangkat Pesaing SmartTag Samsung"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)