Tarik Ulur WhatsApp Berbayar

Dunia WhatsApp

Tarik Ulur WhatsApp Berbayar

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Minggu, 01 Nov 2020 18:02 WIB
WhatsApp Business
WhatsApp Business akan tarik uang dari pengguna (Foto: olhardigital)
Jakarta -

WhatsApp akhirnya akan berbayar, untuk pengguna WhatsApp Business, bukan yang reguler. Tarik ulur WhatsApp berbayar sudah dari dulu digaungkan.

Layanan aplikasi pesan WhatsApp memang gratis. Namun pengguna WhatsApp Business beda lagi. Mereka akan dikenakan biaya 0,5-9 sen untuk setiap pesan yang dikirimkan.

Hal ini terkait dengan peluncuran beberapa fitur baru WhatsApp Business seperti layanan hosting, fitur Shopping yang lebih komprehensif dan membantu mitranya mengelola pesan, inventaris dan macam-macam lagi.

Dilihat dari Reuters, Minggu (1/11/2020) Chief Operating Officer WhatsApp Matt Idema mengatakan fitur Shopping diluncurkan jelang akhir 2020. Layanan hosting diluncurkan tahun 2020.

Saat ini, pengguna WhatsApp Business adalah puluhan ribu pengguna dengan interaksi mencapai 175 juta orang. Sedangkan pengguna WhatsApp yang biasa mencapai 2 miliar orang.

Menilik dari sejarahnya, tarik ulur WhatsApp berbayar ini sudah lama. Mencari uang langsung dari pengguna aplikasi ini memang gampang-gampang susah. Bahkan jadi drama sendiri bagi duo penciptanya, Jan Koum dan Brian Acton.

Ketika menciptakan WhatsApp pada 24 Februari 2009, layanan ini gratis. Lalu mereka bereksperimen WhatsApp harus berbayar, akibatnya jumlah download menurun dari 10 ribu menjadi 1.000 per hari. Akhirnya diputuskan user cukup membayar sekali dalam setahun, dan akhirnya gratis sama sekali.

Ketika WhatsApp diakuisisi Facebook 2014, mulailah beredar hoax WhatsApp akan berbayar. Ini kemudian menjadi hoax yang selalu diulang-ulang tiap tahun di berbagai negara. Mungkin Anda juga pernah mendapatkan kiriman hoax yang isinya pengumuman WhatsApp akan berbayar.

Sekitar tahun 2018-2019, muncul lagi wacana WhatsApp berbayar. Namun kali ini datang dari pemerintahan sejumlah negara yang ingin memajaki WhatsApp dengan dibebankan kepada pengguna. Salah satunya adalah Lebanon dan rencana ini pun disambut dengan unjuk rasa.

Facebook sendiri bagaimana? Sejak mengakuisisi WhatsApp pada tahun 2014 dengan mahar USD 16 miliar, Facebook memang kesulitan mendapatkan cuan dari aplikasi messaging ini. Selama ini pendapatan mereka bergantung pada iklan di Facebook dan Instagram.

WhatsApp berbayar adalah rencana dari dulu dan penuh tarik ulur. Namun akhirnya itu sungguhan dijalankan lewat WhatsApp Business.

WhatsApp Business nampaknya diciptakan sebagai pintu untuk mengeruk uang dari WhatsApp. Facebook mengatakan mereka akan menggunakan sebagian pendapatan dari WhatsApp Business untuk terus menawarkan layanan gratis kepada lebih dari dua miliar pengguna WhatsApp.



Simak Video "WhatsApp Luncurkan Fitur Baru Lagi: Hapus Chat dalam 7 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)