WhatsApp Kedatangan Bot Pengecek Fakta Seputar Virus Corona

WhatsApp Kedatangan Bot Pengecek Fakta Seputar Virus Corona

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 05 Mei 2020 19:12 WIB
Ilustrasi WhatsApp
WhatsApp Kedatangan Bot Pengecek Fakta Seputar Virus Corona (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET)
Jakarta -

WhatsApp memiliki senjata baru untuk melawan hoax dan misinformasi seputar virus Corona yang beredar di platform-nya. Layanan messaging tersebut kedatangan bot pengecek fakta dari Poynter Institute yang siap melawan hoax.

Bot ini memungkinkan pengguna WhatsApp di seluruh dunia untuk mengecek kebenaran lebih dari 4.000 hoax seputar COVID-19 yang beredar. Database hoax yang dimiliki Poynter berisi rumor yang terbukti salah seperti klaim bahwa 5G mengakibatkan virus Corona.

Dikutip detikINET dari Tech Crunch, Selasa (5/5/2020) bot ini mengandalkan informasi yang disediakan oleh lebih dari 100 pengecek fakta independen yang tersebar di 70 negara.

"Miliaran pengguna mengandalkan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga mereka tiap bulan," kata Director International Fact-Checking Network Baybars Orsek dalam keterangannya.

"Sejak aktor jahat menggunakan semua platform untuk menyebarkan kebohongan, untuk menyesatkan orang lain selama masa-masa sulit, pekerjaan pengecek fakta menjadi lebih penting dari sebelumnya," sambungnya.

Saat ini bot tersebut hanya tersedia dalam bahasa Inggris tapi WhatsApp mengatakan layanan ini akan tersedia dalam bahasa lain termasuk Hindi, Spanyol dan Portugis.

Untuk berkomunikasi dengan chatbot ini dan mengecek rumor yang diterima, pengguna bisa menyimpan nomor +1 (727) 2912606 ke dalam kontak dan mulai percakapan di WhatsApp dengan mengetik 'hi'. Jika tidak ingin repot menyimpan nomor, pengguna bisa klik https://poy.nu/ifcnbot untuk mengirim pesan.

Bot pengecek fakta dari Poynter Institute di WhatsAppBot pengecek fakta dari Poynter Institute di WhatsApp Foto: Dok. WhatsApp

Setelah pengguna mengirim 'hi' kepada bot, ketik '1' untuk memicu bot mengirim pesan baru yang menanyakan pengguna untuk memasukkan kata kunci atau kalimat pendek yang ingin ditelusuri.

Setelah itu pengguna bisa mengetik kata kunci yang ingin dicari misalnya '5G' untuk mengetahui apakah ada bukti bahwa 5G menyebabkan virus Corona, atau kata kunci lainnya yang ada di pikiran.

Chatbot di WhatsApp ini mengidentifikasi pengguna dari negara asalnya lewat kode nomor telepon dan menyediakan informasi yang telah dicek faktanya oleh organisasi yang paling dekat dengan mereka. Chatbot ini juga membagikan tips umum untuk melawan pandemi virus Corona.

Layanan ini merupakan upaya terbaru dari WhatsApp untuk mencegah penyebaran misinformasi di platform-nya. Sebelumnya mereka telah bekerjasama dengan WHO untuk meluncurkan pusat layanan informasi yang diakses lebih dari 10 juta pengguna dalam hitungan hari.



Simak Video "Yuk Coba! Cara Menggunakan Chatbot WhatsApp Corona COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)