Kamis, 16 Jan 2020 11:11 WIB

Bos Twitter Kukuh Tidak Mau Hadirkan Fitur Edit

- detikInet
Bos Twitter Kukuh Tidak Mau Hadirkan Fitur Edit (Anushree Fadnavis/Reuters)
Jakarta - Tombol edit merupakan salah satu fitur yang paling banyak diminta pengguna Twitter sejak layanan media sosial ini meluncur pada tahun 2006. Tapi permintaan tersebut masih belum digubris hingga sekarang.

Kini, CEO Twitter Jack Dorsey akhirnya memberikan jawaban yang pasti tentang permintaan ini. Dalam video tanya jawab dengan Wired, Dorsey mendapatkan pertanyaan dari seorang pengguna Twitter tentang kehadiran tombol edit di tahun 2020.



Lalu bagaimana jawaban Dorsey? "Jawabannya adalah tidak," ucap Dorsey dikutip detikINET dari Wired, Kamis (16/1/2020).

Dorsey pun menjelaskan alasan di balik jawabannya ini. Ia mengatakan bahwa tidak adanya fitur edit di Twitter dikarenakan awalnya media sosial ini bermula dari layanan pengiriman SMS.

Walau kini Twitter sudah berkembang menjadi aplikasi mobile dan layanan web, Dorsey merasa fitur edit tidak begitu dibutuhkan.

"Seperti yang kalian ketahui, ketika mengirimkan SMS, kalian tidak bisa menariknya kembali. Kami ingin menjaga vibe dan feeling di masa-masa awal tersebut," jelasnya.

Selain itu, Dorsey juga mengatakan fitur edit ini bisa disalahgunakan. Ia mencontohkan bagaimana seseorang mengirimkan cuitan yang kemudian di-retweet orang lain.

Tapi satu jam kemudian pengirim cuitan tersebut mengubah isi cuitannya sehingga orang lain yang pertama kali me-retweet cuitan asli secara tidak sengaja turut menyebarkan cuitan dengan isi yang jauh berbeda.



Dorsey menyadari banyak orang yang menginginkan fitur edit hanya ingin memperbaiki typo atau link yang salah. Ia mengatakan perusahaannya telah memikirkan solusi dengan memberi jeda 30 detik hingga 1 menit untuk memperbaiki cuitan mereka. Tapi, solusi ini juga memiliki efek samping tersendiri.

"Itu berarti kita harus menunda mengirimkan cuitan tersebut karena ketika itu sudah terkirim, orang-orang akan melihatnya. Jadi ini semua pertimbangannya, tapi kita mungkin tidak akan menerapkannya," pungkasnya.

Simak Video "Tengah Viral, Dalgona Coffee Bikin Raisa Kepo"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)