Jumat, 07 Sep 2018 15:00 WIB

Sensasi Berburu Harta Karun Sungguhan Lewat Aplikasi

Naela Inaya Hikmatika - detikInet
Aplikasi Geocaching Aplikasi Geocaching
Jakarta - Melakukan permainan berburu harta karun sudah jarang ditemui. Terbatasnya waktu dan tempat jadi penyebab utama jarangnya hal ini dilakukan.

Kini, tak perlu repot menemukan tempat yang tepat untuk melakukan kegiatan ini. Aplikasi Geocaching menawarkan perburuan harta karun, yang bisa dijumpai di mana saja dan kapan saja.

Konsep ini diterapkan oleh pendiri Geocaching: Jeremy Irish, Bryan Roth dan Elias Alvord. Platform yang berawal dari halaman web dan dikembangkan menjadi aplikasi perburuan harta karun ini dibentuk dengan tujuan memberikan pengalaman kepada penggunanya untuk melihat dunia baru sambil berburu harta karun.



Didirikan pada tahun 2000, Geocaching sampai saat ini sudah mempunyai lebih dari 7 juta pengguna di seluruh dunia, dengan 3 juta benda tersembunyi di seluruh dunia.

Dikutip detikINET dari situs resmi Geocaching, Jumat (7/9/2018), sistem perburuan harta karun ini hadir dalam bentuk aplikasi gratis, yang tersedia dalam iOS ataupun Android. Penggunaanya pun mudah.

Semboyan "Take some stuff, leave some stuff" yang ditulis di halaman pengenalan web Geocaching ini menandakan bahwa perburuan tidak memerlukan biaya khusus.

Jika ingin berburu, cukup membawa barang milik sendiri untuk ditukar dengan barang yang ada di tempat perburuan. Jika ingin berburu, tinggalkan sesuatu untuk diburu.

Hal sebaliknya pun bisa juga dilakukan. Bagi pengguna yang ingin meninggalkan barang sebagai salah satu harta karun di bawah Geocaching pun juga bisa dilakukan.

Selama beberapa bulan pertama terbentuknya Geocaching ini terbatas hanya untuk pengguna GPS berpengalaman, yang sebelumnya sudah menggunakan teknologi itu untuk berkegiatan di luar lapangan.

Pengguna ini ditargetkan lebih paham bagaimana cara kerja Geocaching ini, yang awalnya bermula dari memasukan koordinat harta karun secara manual ke dalam GPS mereka.

Ide ini terus dikembangkan oleh para pendiri Geocaching. Dari 3 juta harta karun ditempatkan di bawah naungan Geocaching, 60.000 diantaranya berada di Asia.



Tidak ketinggalan, Indonesia pun telah terjamah oleh persebaran harta karun ini. Harta karun yang ingin dijumpai nantinya akan diberikan deskripsi sebesar apa dan bagaimana tingginya tingkat kesulitannya. Tempat harta karun di Indonesia ini beragam, ada yang terletak di pusat perbelanjaan, sampai ada yang di pegunungan.

(rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed