Paris -
Dalam menanggulangi pornografi anak serta konten SARA di internet, negara Perancis bersama dengan beberapa provider internet menggelar pertemuan. Pertemuan tersebut digelar untuk bekerjasama dalam memerangi situs-situs pornografi anak serta konten yang menyangkut terorisme dan yang berbau rasis.
Lebih lanjut dijelaskan, perhatian akan tertuju pada kejahatan cyber. Rencananya, pemerintah akan membuat daftar hitam yang akan terealisasi September mendatang, yang dibuat berdasarkan input para pemakai internet. Demikian dijelaskan Michel Alliot-Marie selaku Menteri Dalam Negeri Perancis yang dikutip
detikINET dari SMH, Sabtu (15/8/2008).
Alliot menambahkan, bahwa semua provider penyedia internet di Perancis telah setuju untuk memblokir situs-situs tersebut. "Kita tidak bisa memaklumi eksploitasi seksual terhadap anak-anak yang berbentuk
cyber-pedophornography," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Perancis, negara-negara yang sudah menerapkan hal serupa antara lain Inggris, Norwegia, Denmark, Kanada dan New Zeland. Di negara Amerika Serikat pun mendukung untuk memblokir situs yang menyesatkan tersebut dan dikung oleh beberapa provider termasuk Three, Verizon, Sprint dan TimeWarner Cable.
(amz/amz)