Praktisi TI dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Ir Lukito Edi Nugroho menilai kebijakan pemerintah untuk memblokir situs porno dengan software tertentu belum tentu akan efektif. Hal ini karena sistem cara kerjanya belum diketahui secara jelas, apakah betul-betul mampu memblokir situs-situs porno.
"Saya tidak yakin seratus persen upaya ini akan berhasil, karena masih ada celah-celah yang nantinya akan digunakan oleh pengguna internet untuk mencoba melanggar aturan tersebut," katanya di kampus UGM, Kamis sore (27/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jauh sebelum pemerintah gencar mensosialisasikan kebijakan ini, salah satu mahasiswa UGM diklaim telah membuat software untuk memblokir situs porno yang dinamakan 'Site Blocker'. Software ini mampu memblokir situs porno melalui pemblokiran kata kunci.
Sistem pemblokiran situs porno sendiri ada dua macam, yakni sistem blok domain dan sistem blok filter kata.
"Kalau sistem kata, ini lebih banyak domain situs porno yang akan terblokir. Saat ada kata yang berbau pornografi dimasukkan dalam search, maka tidak bisa diakses dan koneksinya langsung mati," terang Ahlul Farezi, mahasiswa MIPA UGM, yang pernah menerima Anugerah Youth National Science and Technology Award dari Menpora pada 13 Desember 2006 untuk karya Site Blocker-nya ini.
Anda mempunyai pendapat lain? Diskusikan di tread khusus di detikINET Forum.Β (dwn/dwn)