Dihubungi detikINET, Kamis (21/2/2008), Ketua Pandi - Teddy Sukardi - mengatakan total domain yang dihapus adalah sebanyak 15.895, termasuk di dalamnya domain berakhiran co.id, web.id, or.id, ac.id, sch.id dan net.id.
"Sebelum menghapus, Pandi sudah mengirimkan e-mail ke pemilik domain untuk memperpanjangnya. Kemungkinan domain-domain itu (yang dihapus-red) memang sudah tidak diperlukan, misalnya hanya dipakai sementara saja seperti untuk event, proyek, konferensi," jelas Teddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya penghapusan itu, total nama domain hingga Januari 2008 kini tercatat menjadi 39.000. Jumlah tersebut termasuk data pendaftaran nama domain baru.
Sepanjang 2007, juga terjadi peningkatan signifikan di pendaftaran nama domain yang menggunakan co.id yakni sebanyak 1.768 dan web.id sebanyak 1.515. Domain web.id dinilai sebagai salah satu yang cukup laris karena domain tersebut banyak dipakai untuk kepentingan personal seperti blog. "Selain itu, harganya juga murah," imbuhnya.
Tak Sama
Disinggung mengenai ribetnya proses pendaftaran domain .id, Teddy menjelaskan bahwa banyak kalangan yang belum memahami mekanismenya. Teddy menyatakan bahwa pihak Pandi sudah berusaha mempermudah orang mendaftar nama domain secara online. Ditegaskannya pula, pendaftaran domain .id tidak sama dengan .com.
"Domain .com tidak memeriksa nama. Sementara beberapa nama domain .id memang diperuntukkan untuk klasifikasi tertentu, misal .co (untuk perusahaan), .ac (untuk universitas). Ada syarat yang harus dilengkapi supaya nama domain tersebut nantinya tidak dipakai untuk melangar hukum, tidak terjadi sengketa (mereknya dilanggar), dan guna melindungi konsumen sehingga tidak terjadi penipuan," papar Teddy.
Harga Domain Diturunkan
Pandi berpeluang menurunkan harga domain jika jumlah pendaftar domain banyak. Istilahnya, makin banyak yang pakai, akan makin murah harga domain .id.
Pertengahan tahun ini, Teddy mengklaim pihaknya akan meninjau penurunan harga domain. Diharapkan, domain .sch bisa turun supaya ramai digunakan di kalangan pendidikan. Demikian pula dengan domain .co akan ditinjau lagi penurunannya agar UKM bisa mempunyai nama domain sendiri.
Pandi menargetkan bisa mendongkrak pertumbuhan domain .id tahun ini sebanyak 50 persen. Salah satu caranya adalah dengan melakukan sosialisasi penggunaan nama domain .id.
Saat ini Pandi sendiri baru merencanakan program sosialisasi penggunaan nama domain, yakni melalui seminar, kunjungan ke sekolah-sekolah agar kalangan siswa paham dengan penggunaan domain, atau mengundang pihak-pihak terkait ke Pandi.Β (dwn/dwn)