Karenanya, pemerintah China pun terpaksa meminta bantuan dunia internasional agar upaya mereka melawan pembajakan ini bisa lebih efektif. Pembajakan online tersebut contohnya seperti pengunduhan lagu-lagu atau film ilegal.
"Untuk menghindari hukuman, para pembajak biasanya menaruh server mereka di luar negeri sehingga masalah ini sangat sulit untuk diberantas," ungkap Gao Feng, staff di Kementrian Keamanan Publik China seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (18/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah pembajakan via internet memang menggejala di negeri China. Pada kampanye pemberantasan pembajakan online bulan Agustus 2007 misalnya, otoritas menginvestigasi sampai 1001 kasus pembajakan hak cipta online. Dilaporkan, sebanyak 339 situs ilegal ditutup dan 123 server juga disita. (fyk/fyk)