Menurut mereka, film porno yang tersimpan di komputer warnetnya merupakan hasil download dari para pelanggannya. Mereka juga menyatakan tidak bisa membendung pelanggannya untuk men-download data berupa gambar maupun film. Materi yang di-download kemudian disimpan di drive D komputer.
"Tuduhan itu tidak berdasar. Kalau saya dituduh menyebarkan misalnya menyediakan file tertentu di server, tapi ini kan berbeda," terang Andre pemilik warnet Xtrem saat dihubungi via telepon, Selasa (8/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membatasinya, setiap pekan teknisi Xtreme secara rutin menghapus data yang tersimpan di komputer. Namun, warnet yang dikelolanya juga telah menerapkan sistem proteksi yakni dengan cara membatasi situs tertentu agar tidak bisa diakses. Situs yang tidak bisa diakses antara lain seperti Playboy dan situs porno lainnya. "Tapi kan banyak situs underground yang kita tidak tahu alamatnya," jelasnya.
Saat ini, Andre mengaku tidak bisa berbuat banyak dan mengikuti proses hukum yang tengah berjalan. Untuk membatasi peredaran film porno di warnet, Andre mendesak pemerintah agar memproteksi Internet Service Provider (ISP) situs porno. Caranya, dengan menyensor setiap materi yang akan ditampilkan. "Cara ini paling efektif, sehingga semua tidak bisa mengaksesnya," tukasnya.
(bdh/dwn)