Menkominfo Mohammad Nuh mengatakan, pembangunan kode akses SLJJ di kota lain wajib dibuka setelah mencapai kesiapan proporsional yang dilihat dari sisi investasi dan basis pelanggan.
"Ibaratnya, kalau orang punya pelanggan tapi tidak punya jalan itu kan tidak fair, jadi mesti sama-sama," ujarnya, ketika jumpa pers di Gedung Depkominfo Jakarta, Senin (3/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi di tiap kota, pihak kedua (Indosat) minimal harus memiliki 30 persen jumlah pelanggan FWA dan 15 persen jumlah pelanggan FWT dari yang dimiliki pihak pertama (Telkom)," tukasnya.
Pemerintah sendiri, dikatakan Basuki, menyadari kesulitan dalam membangun jaringan tetap ini. "FWA itu lebih kepada individu sedangkan FWT lebih kepada family phone. Namun, ujung-ujungnya semangat dibukanya kode akses ini adalah demi membangun kompetisi yang sehat dan meningkatkan teledensitas," pungkas Basuki.
(ash/ash)