×
Ad

Trump-Netanyahu Hebohkan Gunung Pickaxe Iran, Diduga Punya Nuklir Bawah Tanah

Tim - detikInet
Kamis, 30 Jul 2026 06:21 WIB
Citra satelit terbaru yang diduga menunjukkan aktivitas konstruksi intensif di Gunung Kolang Gaz La atau dikenal sebagai Pickaxe Mountain. Foto: Vantor
Jakarta -

Gunung Pickaxe menjadi perbincangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Mereka khawatir tentang dugaan adanya fasilitas nuklir bawah tanah di Iran.

Baru-baru ini, Trump menyentil Netanyahu karena dianggap tak seharusnya membahas soal dugaan itu kepada publik. Kritikan ini dilontarkan sebelum Trump melakukan pembicaraan dengan Netanyahu di Gedung Putih, yang disebutnya berlangsung sukses.

"Saya mendengar Bibi (nama panggilan Netanyahu-red) mengumumkannya. Saya berkata, 'Mengapa Anda tidak menyampaikannya secara langsung kepada saya? Mengapa Anda harus mengumumkannya kepada dunia?'" kata Presiden AS tersebut, dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (30/7/2026).

Gunung Pickaxe terletak 220 km di selatan Teheran dan 2 km dari fasilitas nuklir Natanz. Situs Natanz adalah tempat dua pabrik pengayaan uranium Iran berada. Namun, Natanz telah dibom sebelumnya, selama perang yang dimulai oleh AS dan Israel pada 28 Februari dan selama perang 12 hari tahun 2025.

Sedikit yang diketahui tentang kompleks yang terletak di dalam Gunung Pickaxe. Akan tetapi, para ahli percaya bahwa kompleks tersebut masih dalam pembangunan dan memperkirakan terkubur hampir 100 meter di dalam gunung. Berikut ini penjelasan soal Gunung Pickaxe, melansir The Guardian.

Sejarah Gunung Pickaxe

Pembangunan fasilitas di Gunung Pickaxe dimulai pada tahun 2020, menurut lembaga think tank Institute for Science and International Security (ISIS). ISIS berfokus pada non-proliferasi nuklir. Semua bermula ketika otoritas Iran pada saat melaporkan ledakan yang disebabkan oleh tindakan sabotase di fasilitas Natanz.

Iran mengatakan pada saat itu bahwa sabotase Natanz telah menyebabkan kerusakan yang signifikan. Pada bulan September tahun itu, kepala nuklir Iran saat itu Ali Akbar Salehi, mengaku negara tersebut telah mulai membangun "aula modern, lebih besar, dan lebih komprehensif dalam semua dimensi di jantung gunung dekat Natanz".

Tujuan pembangunan itu untuk membuat sentrifugal canggih. Mesin-mesin ini memutar uranium dengan kecepatan tinggi untuk memperkayanya dan menghasilkan bahan bakar nuklir.

Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengatakan pada bulan Maret bahwa Iran sebelumnya telah mengumumkan niatnya untuk melakukan aktivitas nuklir di Gunung Pickaxe.

"Ini adalah bagian dari niat mereka yang cukup sistematis untuk menempatkan fasilitas mereka yang paling sensitif di bawah tanah," ujarnya.




(ask/afr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork