Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Trump-Netanyahu Hebohkan Gunung Pickaxe Iran, Diduga Punya Nuklir Bawah Tanah

Trump-Netanyahu Hebohkan Gunung Pickaxe Iran, Diduga Punya Nuklir Bawah Tanah


Tim - detikInet

Citra satelit terbaru yang menunjukkan aktivitas konstruksi intensif di Gunung Kolang Gaz La atau dikenal sebagai Pickaxe Mountain.
Citra satelit terbaru yang diduga menunjukkan aktivitas konstruksi intensif di Gunung Kolang Gaz La atau dikenal sebagai Pickaxe Mountain. Foto: Vantor
Jakarta -

Gunung Pickaxe menjadi perbincangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Mereka khawatir tentang dugaan adanya fasilitas nuklir bawah tanah di Iran.

Baru-baru ini, Trump menyentil Netanyahu karena dianggap tak seharusnya membahas soal dugaan itu kepada publik. Kritikan ini dilontarkan sebelum Trump melakukan pembicaraan dengan Netanyahu di Gedung Putih, yang disebutnya berlangsung sukses.

"Saya mendengar Bibi (nama panggilan Netanyahu-red) mengumumkannya. Saya berkata, 'Mengapa Anda tidak menyampaikannya secara langsung kepada saya? Mengapa Anda harus mengumumkannya kepada dunia?'" kata Presiden AS tersebut, dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (30/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Gunung Pickaxe terletak 220 km di selatan Teheran dan 2 km dari fasilitas nuklir Natanz. Situs Natanz adalah tempat dua pabrik pengayaan uranium Iran berada. Namun, Natanz telah dibom sebelumnya, selama perang yang dimulai oleh AS dan Israel pada 28 Februari dan selama perang 12 hari tahun 2025.

Sedikit yang diketahui tentang kompleks yang terletak di dalam Gunung Pickaxe. Akan tetapi, para ahli percaya bahwa kompleks tersebut masih dalam pembangunan dan memperkirakan terkubur hampir 100 meter di dalam gunung. Berikut ini penjelasan soal Gunung Pickaxe, melansir The Guardian.

Sejarah Gunung Pickaxe

Pembangunan fasilitas di Gunung Pickaxe dimulai pada tahun 2020, menurut lembaga think tank Institute for Science and International Security (ISIS). ISIS berfokus pada non-proliferasi nuklir. Semua bermula ketika otoritas Iran pada saat melaporkan ledakan yang disebabkan oleh tindakan sabotase di fasilitas Natanz.

Iran mengatakan pada saat itu bahwa sabotase Natanz telah menyebabkan kerusakan yang signifikan. Pada bulan September tahun itu, kepala nuklir Iran saat itu Ali Akbar Salehi, mengaku negara tersebut telah mulai membangun "aula modern, lebih besar, dan lebih komprehensif dalam semua dimensi di jantung gunung dekat Natanz".

Tujuan pembangunan itu untuk membuat sentrifugal canggih. Mesin-mesin ini memutar uranium dengan kecepatan tinggi untuk memperkayanya dan menghasilkan bahan bakar nuklir.

Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengatakan pada bulan Maret bahwa Iran sebelumnya telah mengumumkan niatnya untuk melakukan aktivitas nuklir di Gunung Pickaxe.

"Ini adalah bagian dari niat mereka yang cukup sistematis untuk menempatkan fasilitas mereka yang paling sensitif di bawah tanah," ujarnya.



Apa yang telah dibangun Iran di Gunung Pickaxe?

Lembaga kajian ISIS telah menganalisis citra satelit situs tersebut. Mereka menyebut situs itu memiliki dua pasang pintu masuk. Ada tembok keamanan di sekitar fasilitas tersebut yang baru-baru ini selesai dibangun.

Sejak AS dan Israel mulai melancarkan serangan, sepasang pintu masuk terowongan timur telah diperkuat. Bahkan sebagian diurug untuk menghalangi akses kendaraan darat, tetapi belum sepenuhnya ditutup, lapor lembaga kajian tersebut.

Sam Lair, seorang peneliti di Foreign Policy Research Institute, menuturkan kepada Reuters bahwa meningkatkan kekuatan pintu masuk terowongan akan mempersulit penargetan dengan amunisi penetrasi seperti penghancur bunker. Mereka menjabarkan itu setelah meninjau citra satelit terbaru dari situs itu.

A satellite view shows tunnel entrances at Pickaxe Mountain of the Natanz nuclear facility, near Natanz, Iran, on June 30, 2026 [Vantor/Handout via Reuters]Citra satelit menunjukkan pintu masuk terowongan di Gunung Pickaxe di fasilitas nuklir Natanz, dekat Natanz, Iran, pada 30 Juni 2026. Foto: Vantor/Handout via Reuters

Fungsi Gunung Pickaxe

Lembaga think tank ISIS berpendapat dalam laporannya bahwa fasilitas tersebut belum beroperasi. Kendati demikian, konstruksi terus berlanjut meski tidak jelas kapan fasilitas tersebut dapat beroperasi.

Citra satelit terbaru yang menunjukkan aktivitas konstruksi intensif di Gunung Kolang Gaz La atau dikenal sebagai Pickaxe Mountain.Citra satelit terbaru yang menunjukkan aktivitas konstruksi intensif di Gunung Kolang Gaz La atau dikenal sebagai Pickaxe Mountain. Foto: Vantor

Lembaga think tank tersebut mengatakan juga tidak jelas apakah Iran masih berencana untuk memasang fasilitas perakitan skala besar di sana.

"Meskipun demikian, jika Iran mulai membangun kembali kemampuan manufaktur sentrifugalnya, mereka dapat berencana untuk memasang fasilitas perakitan sentrifugal yang lebih kecil di Gunung Pickaxe yang mampu melayani program senjata nuklir," terang laporan ISIS.

Iran membantah

Di satu sisi, Iran membantah Amerika Serikat dan Israel yang menuding mereka menyimpan fasilitas pengayaan uranium untuk nuklir di bawah pegunungan Pickaxe. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan tidak ada aktivitas muklir di Gunung Pickaxe.

"Fokus obsesif Washington pada Kolang Kouh (Pickaxe), tempat yang tidak ada aktivitas nuklir, hanyalah dalih yang dibuat-buat untuk agresi, penghancuran, dan sabotase," tulis Esmaeil Baghaei di akun X.

Ia pun menegaskan Iran telah mendeklarasikan semua aktivitas nuklirnya kepada Badan Pengawasan Atom Internasional (IAEA). Semua sesuai dengan kewajiban pengamanannya. Gantian, Baghaei menuduh Washington justru telah melanggar hukum internasional dengan menyerang dan mengancam fasilitas nuklir Iran.

(ask/afr)








Hide Ads