Demikian diungkapkan Donny Sheyoputra, perwakilan Business Software Alliance (BSA) di Indonesia kepada detikINET dalam wawancara via telepon, Jumat (23/11/2007).
"Jadi ternyata setelah ada berita penggerebekan di media, mereka (pengguna software bajakan-red.) baru menyadari kalau software dilindungi secara hukum," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, bisa saja pengguna software bajakan tersebut sebenarnya sudah tahu mengenai pelangaran yang telah mereka lakukan, namun ketika melihat banyaknya penggerebekan mereka menjadi takut sehingga terpaksa membeli yang legal.
"Terlepas dari mereka sadar atau hanya takut digerebek, hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mereka menggunakan software legal," imbuh Donny.Β (ash/ash)