×
Ad

Hoax dan Deepfake Jadi Ancaman Baru Ketahanan Nasional

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 18 Mei 2026 17:15 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai penyebaran hoax, disinformasi, hingga teknologi deepfake kini menjadi ancaman serius terhadap ketahanan nasional Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdiig) Meutya Hafid mengatakan, ancaman di ruang digital saat ini tidak lagi sekadar persoalan konten internet biasa, tetapi berpotensi memicu disintegrasi sosial dan melemahkan kohesi nasional secara sistematis.

"Risiko ketahanan kita juga melihat ada akumulasi ancaman berpotensi memicu disintegrasi sosial dan kelemahan kohesi nasional secara sistematis," ujar Meutya saat Rapat Kerja bersama Komisi I DPR, Senin (18/5/2026).

Meutya mengungkapkan, misinformasi dan disinformasi bahkan telah menjadi perhatian global. Berdasarkan laporan yang dikutip Meutya, bahwa penyebaran hoaks dan disinformasi diproyeksikan menjadi tantangan terbesar kedua dunia dalam dua tahun ke depan.

Selain hoax, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI juga memunculkan ancaman baru melalui konten deepfake yang semakin sulit dibedakan dari konten asli.

Selain itu, Komdigi mengatakan teknologi deepfake kini banyak digunakan untuk manipulasi informasi, penipuan digital, hingga penyebaran konten pornografi palsu yang merugikan masyarakat.

"Krisis deepfake juga semakin mengancam ketahanan tidak hanya negara tapi juga secara global," kata Meutya.

Ia mengungkapkan, pemerintah yang dalam hal ini Komdigi, bahkan sempat menutup layanan Grok milik platform X setelah menerima banyak aduan masyarakat terkait maraknya konten deepfake pornografi berbasis AI.



Simak Video "Video: Teror Deepfake Vulgar di Untan, 9 Orang Jadi Korban"


(agt/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork