Elon Musk berupaya mendepak CEO OpenAI, Sam Altman, dan Presiden OpenAI, Greg Brockman, dari jabatan mereka sebagai eksekutif di perusahaan tersebut. Itu adalah bagian dari kasus hukum yang diperkirakan disidangkan akhir bulan ini.
Dalam dokumen hukum, pengacara Musk membeberkan tuntutan spesifik yang diajukan klien mereka jika hakim dan juri memutuskan Altman dan OpenAI menipu Musk, orang terkaya di dunia.
Musk menggugat Altman dan OpenAI di 2024 dengan klaim bahwa perusahaan AI yang turut ia dirikan hampir sedekade sebelumnya itu, secara terencana memanipulasi dirinya agar mendonasikan USD 38 juta, berdasarkan janji akan tetap berstatus nirlaba. Sejak itu, kedua pihak terlibat perang urat saraf di publik, di samping pertarungan hukum dan persaingan bisnis.
"Penggugat akan memohon perintah pengadilan untuk mencopot Altman sebagai direktur dari dewan nirlaba OpenAI serta mencopot Altman dan Brockman sebagai eksekutif dari entitas OpenAI yang berorientasi laba," ungkap pengacara Musk.
"Pencopotan eksekutif dan direktur dari sebuah lembaga amal adalah tindakan hukum lazim ketika individu-individu tersebut gagal melindungi atau menjalankan misi publik lembaga amalnya," imbuhnya yang dikutip detikINET dari CNBC.
Menurut dokumen tersebut, Musk juga meminta pengadilan memaksa OpenAI kembali beroperasi sebagai entitas nirlaba sepenuhnya. Perusahaan tersebut kini dijalankan sebagai entitas nirlaba yang memegang 26% saham di unit bisnis komersialnya, yang menaungi ChatGPT.
Menanggapinya, OpenAI melalui X menyatakan Musk hanya mengintimidasi. "Faktanya, kasus ini sejak awal hanya upaya Elon untuk meraup lebih banyak kekuasaan dan lebih banyak uang demi apa yang dia inginkan. Gugatannya tidak lebih dari sekadar kampanye intimidasi yang didorong ego, kecemburuan, dan hasrat menghambat laju pesaingnya," sebut OpenAI.
Musk, Altman, dan beberapa pihak lainnya mendirikan OpenAI sebagai laboratorium AI nirlaba di 2015. Musk meninggalkan OpenAI tahun 2018, setelah mencoba meyakinkan para eksekutifnya untuk menggabungkannya dengan Tesla.
Di 2023, Musk meluncurkan perusahaan pesaing xAI, pembuat chatbot Grok. Di Februari, SpaceX mengakuisisi xAI yang juga menaungi platform X, dalam kesepakatan yang menilai entitas gabungan tersebut sebesar USD 1,25 triliun. SpaceX baru-baru ini mengajukan dokumen ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), kemungkinan untuk penawaran saham perdana (IPO).
OpenAI pun mengirim surat ke Jaksa Agung California dan Delaware yang mendesak mereka menyelidiki perilaku tidak pantas dan antikompetitif Musk dan rekannya jelang persidangan. Kepala Strategi OpenAI, Jason Kwon, menuding Musk berupaya melemahkan OpenAI melalui berbagai serangan.
Simak Video "Video Presiden Meksiko Geram Dikaitkan dengan Kartel Narkoba oleh Elon Musk"
(fyk/afr)